MALANG - Portal jtv – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Malang. Antrean panjang kendaraan tak terhindarkan, sementara stok Pertalite di beberapa SPBU dilaporkan kosong. Kondisi ini telah berlangsung hampir sepekan, memaksa masyarakat mengantre hingga 30 menit demi mendapatkan BBM.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah SPBU di kawasan Malang mengalami kekosongan stok Pertalite sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, kendaraan roda dua dan roda empat harus rela mengantre panjang, bahkan tak jarang harus berpindah ke SPBU lain yang masih memiliki persediaan.
Menanggapi situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus angkat bicara. Melalui Area Manager Communication, Relations & CSR, Ahad Rahedi, perusahaan memastikan bahwa ketersediaan BBM di Malang tetap terjaga melalui pengelolaan stok dan penyesuaian pola distribusi.
Baca Juga : Antrean Panjang dan Stok Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Kota Malang, Pertamina Buka Suara

"Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan. Pada September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 720 kiloliter per hari. Untuk itu, kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan suplai agar ketersediaan BBM serta pelayanan di SPBU tetap terjaga," jelas Ahad, jum'at (9/10/2026).
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan, Pertamina mengerahkan pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang secara bertahap. Pada 8 Oktober 2026, pengiriman dijadwalkan berlangsung dalam tiga kali pengiriman, masing-masing diperkirakan tiba pada pukul 01.00, 07.00, dan 13.00 WIB.
Baca Juga : VIDEO KEKERASAN SISWA SMPN 18 MALANG VIRAL, KEPALA SEKOLAH DICOPOT
· Dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar.
· Pengiriman ketiga mencakup Pertamax dan Pertalite.
· Khusus akhir pekan, pengiriman direncanakan sebanyak empat ritase guna mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga : Tak Pakai Baju Lurik, Siswa SMPN 18 Malang Diduga Dipukul Kepsek

Selain itu, Fuel Terminal (FT) Malang dioperasikan selama 24 jam untuk mendukung kesiapan operasional dan kelancaran penyaluran BBM.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan terus mengevaluasi kondisi suplai dan memperkuat koordinasi operasional untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan. Kesiapan sarana, fasilitas, serta pelayanan di SPBU juga menjadi perhatian guna menjaga kelancaran layanan kepada masyarakat.
Baca Juga : IPHI KOTA MALANG KEMBALI AKTIF, DORONG KONSOLIDASI DAN PROGRAM KEMASLAHATAN UMAT

Pertamina mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta merujuk pada kanal resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang terverifikasi.
Meski demikian, masyarakat berharap kondisi ini segera teratasi. Pasalnya, antrean panjang dan kekosongan stok tidak hanya menghambat mobilitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga Kota Malang. (Ali)
Editor : JTV Malang























