Menu
Pencarian

Antisipasi Rabies, DKPP Kota Madiun Vaksinasi Kucing hingga Kera Liar

Portaljtv.com - Selasa, 23 Juni 2026 17:16
Antisipasi Rabies, DKPP Kota Madiun Vaksinasi Kucing hingga Kera Liar
para petugas yang tengah memeriksa kucing liar sebelum dilakukan vaksinasi. (foto: Aikal huda)

MADIUN - Meski Jawa Timur masih berstatus bebas rabies, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar vaksinasi rabies bagi hewan liar. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran penyakit rabies dari daerah lain yang masih mencatat kasus pada hewan maupun manusia.

Sebanyak 150 dosis vaksin disiapkan dan didistribusikan melalui lima tim yang diterjunkan ke sejumlah lokasi. Vaksinasi menyasar kawasan Pasar Besar, Pasar Kawak, Pasar Njoyo, Stadion Wilis, Kampung Jepang, hingga bantaran sungai.

Sasaran program ini meliputi kucing, anjing, dan kera liar yang banyak ditemukan di fasilitas umum maupun area pasar. Sebelum divaksin, seluruh hewan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

Hewan yang mengalami dehidrasi atau menderita skabies berat tidak diikutsertakan dalam vaksinasi. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga memengaruhi efektivitas vaksin yang diberikan.

Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus rabies pada kucing maupun anjing di Jawa Timur, vaksinasi tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan. Terlebih, Jawa Timur berbatasan dengan Bali yang masih mencatat kasus rabies pada hewan maupun manusia.

"Karena kita berbatasan dengan Bali, yang mana masih ada kasus rabies pada hewan dan manusia, oleh karena itu kita kita antisipasi kita memperisai daya tahan tubuh hewan dengan vaksinasi," ujar Yeri Anisa, Medik Veteriner Muda DKPP Kota Madiun.

Program vaksinasi tersebut juga mendapat respons positif dari sejumlah warga. Mereka menilai vaksinasi rabies pada hewan liar dapat mengurangi kekhawatiran terhadap potensi penularan penyakit, terutama di kawasan permukiman dan fasilitas umum yang kerap menjadi tempat berkumpulnya hewan liar.

Petugas juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala rabies pada hewan, seperti perilaku agresif, mengeluarkan air liur berlebihan, takut terhadap cahaya dan air, serta lebih sering bersembunyi di tempat gelap.

Jika menemukan gejala tersebut, masyarakat diminta segera membawa hewan ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan maupun karantina. Kewaspadaan diperlukan karena rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya dengan tingkat fatalitas hamper 100 persen apabila gejala klinis telah muncul pada manusia.(Luluk listiani)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.