PROBOLINGGO - Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, masih menjadi perhatian petugas gabungan. Hingga Minggu (9/8/2026) siang, sejumlah titik api masih terlihat di kawasan P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan sekitar Gunung Dingklik, Penanjakan 1, Kabupaten Pasuruan.
Kondisi tersebut membuat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) memperpanjang penutupan seluruh akses masuk menuju kawasan wisata Bromo. Empat pintu masuk dari wilayah Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup total untuk wisatawan. Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan dan baru akan dibuka kembali setelah kondisi kawasan dinyatakan aman.
Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, keputusan menutup seluruh akses dilakukan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus memastikan keselamatan wisatawan.
"Untuk sementara empat pintu masuk kami tutup. Ini untuk kelancaran proses pemadaman dan tentunya yang paling utama adalah keselamatan pengunjung," kata Rudijanta.
Baca Juga : Wagub Jatim Cek Kondisi Bromo, Hutan dan Lahan yang Terbakar Capai 520 Hektare
Salah satu akses yang ditutup berada di pintu masuk Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Menurut Rudijanta, akses dari Probolinggo tersebut sekaligus digunakan sebagai titik kumpul dan koordinasi tim gabungan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
"Di Cemoro Lawang ini menjadi salah satu titik kumpul dan koordinasi. Tim yang melakukan pemadaman juga keluar masuk melalui akses ini," ujarnya.
Baca Juga : Padang Savana Terbakar Hebat, Semua Pintu Masuk ke Wisata Bromo Ditutup Total
Ia menegaskan, selama penutupan berlangsung, wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan Kaldera Bromo.
"Pengunjung sementara tidak diperbolehkan masuk ke Kaldera Bromo. Ini karena kondisi di lapangan masih dalam proses penanganan," jelasnya.
Meski demikian, wisatawan masih dapat melihat panorama Gunung Bromo dari sejumlah titik yang berada di luar kawasan yang ditutup, di antaranya dari Cemoro Lawang dan Penanjakan 1 Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga : Kebakaran Bromo Diduga Akibat Warga Lupa Matikan Api Perapian di Jalur Tradisional
"Kalau hanya untuk melihat Bromo, masih bisa dari Cemoro Lawang atau Penanjakan 1 Wonokitri. Tetapi untuk masuk ke Kaldera Bromo sementara tidak diperbolehkan," kata Rudijanta.
BB-TNBTS juga memberikan pilihan kepada wisatawan yang telah membeli tiket sebelum penutupan dilakukan. Tiket dapat dijadwalkan ulang hingga akses kawasan Bromo kembali dibuka.
"Yang sudah membeli tiket bisa dilakukan penjadwalan ulang. Nanti ketika kawasan sudah dibuka, tiket tersebut bisa digunakan," ungkap Rudijanta.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Instruksikan Percepat Operasi Padamkan Api di Wisata Bromo
Selain penjadwalan ulang, wisatawan juga diberikan pilihan untuk mengajukan pengembalian uang tiket masuk.
"Alternatif lainnya tentu bisa dilakukan pengembalian tiket sesuai dengan ketentuan yang berlaku," imbuhnya.
Rudijanta juga mengimbau wisatawan dan seluruh pelaku jasa wisata untuk ikut menjaga keamanan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Baca Juga : Angin Kencang Ganggu Uji Coba Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran Bromo
"Kami mengimbau pengunjung dan pelaku jasa wisata untuk memperhatikan kondisi kawasan dan bersama-sama menjaga kawasan hutan TNBTS," katanya.
Ia meminta masyarakat maupun wisatawan tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang masih menjadi lokasi penanganan kebakaran.
"Selama proses pemadaman, jangan berada di kawasan Kaldera Bromo. Kita tidak ingin ada pengunjung yang justru terkena dampak dari kebakaran," tegasnya.
Penutupan akses Bromo juga dirasakan wisatawan yang berada di sekitar kawasan. Salah satunya Axon, wisatawan asal Prancis, yang mengaku sempat khawatir setelah melihat kobaran api di perbukitan pada malam hari.
"Sejujurnya, kami sempat merasa agak takut karena kami melihat api di perbukitan pada malam hari," kata Axon.
Ia khawatir api yang terlihat dari kejauhan dapat merambat menuju kawasan tempat wisatawan berada.
"Kami khawatir api tersebut mungkin akan merambat ke arah sini besok," ujarnya.
Namun, setelah melihat kondisi di lapangan, Axon menilai situasi masih terkendali.
"Sepertinya situasinya masih terkendali dan tidak ada yang terlihat cemas di sini. Jadi, menurut kami, itu merupakan tanda yang baik," katanya.
Axon mengaku tiba di kawasan Bromo sejak Sabtu dan berencana meninggalkan kawasan tersebut pada Senin.
"Kami tiba di sini sejak kemarin, jadi kurang lebih baru satu hari. Besok kami akan meninggalkan tempat ini," tuturnya.
Sebelumnya, Axon dan rombongannya sempat menikmati matahari terbit dari kawasan Bromo. Mereka sebenarnya masih memiliki rencana untuk menjelajah lebih jauh, tetapi kondisi kebakaran membuat rencana tersebut dipertimbangkan kembali.
"Tadi pagi kami hanya pergi untuk melihat matahari terbit. Kami sebenarnya ingin pergi lebih jauh atau mendaki lebih tinggi sore ini, tetapi kami masih belum memutuskan," katanya.
Ia mengatakan masih mempertimbangkan sejumlah pilihan sebelum menentukan aktivitas berikutnya.
"Kami masih mempertimbangkan beberapa saran dan pilihan yang ada. Kami akan mencoba melihat apa yang bisa kami lakukan," ujar Axon.
3 helikopter water bombing masih dikerahkan
Sementara itu, hingga Minggu sore atau memasuki hari ketujuh kebakaran, sejumlah titik api masih terlihat di kawasan Bromo.
Titik api terpantau di Bukit P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, serta sekitar Gunung Dingklik, kawasan Penanjakan 1, Kabupaten Pasuruan.
Untuk mempercepat proses pemadaman, tiga helikopter water bombing masih dikerahkan untuk melakukan penyiraman dari udara.
Air yang digunakan dalam operasi pemadaman udara diambil dari kawasan Ranu Pane, kemudian dijatuhkan ke titik-titik yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
BB-TNBTS belum menentukan kapan empat pintu masuk Bromo akan dibuka kembali. Akses baru akan dibuka setelah kondisi kebakaran dinyatakan aman dan tidak lagi membahayakan wisatawan maupun petugas.
Selama penutupan berlangsung, masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi seluruh ketentuan petugas dan tidak menerobos masuk ke kawasan yang masih menjadi lokasi penanganan kebakaran. (*)
Editor : M Fakhrurrozi

















