KEDIRI - Beragam cara unik dilakukan calon jemaah haji asal Kota Kediri untuk menandai koper mereka sebelum berangkat ke Tanah Suci. Mulai dari boneka cabai, pita warna-warni hingga tutup galon air mineral dipasang di koper agar tidak tertukar dengan milik jemaah lain.
Pemandangan itu terlihat saat sebanyak 381 calon jemaah haji Kota Kediri mulai mengumpulkan koper di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kediri, Senin (18/5). Proses pengumpulan koper dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Selasa siang.
Ratusan koper tampak berjajar dengan berbagai penanda unik yang dipasang pemiliknya. Selain untuk mencegah koper tertukar, penanda tersebut juga memudahkan jemaah mengenali barang bawaan mereka saat tiba di Makkah.
Salah satu calon jemaah haji, Arfina Isviyanti, memilih memasang boneka cabai di kopernya. Ia mengaku sengaja memilih bentuk cabai karena identik dengan kesehariannya sebagai ibu rumah tangga.
Baca Juga : Berkah Tahun Ajaran Baru, Pendapatan Penjahit Seragam di Kediri Meningkat
“Biar gampang dikenali dan tidak tertukar dengan koper jamaah lain,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kediri, Basyarudin, mengatakan seluruh koper jemaah harus sudah terkumpul maksimal Selasa pukul 11.00 WIB.
Menurutnya, penanda unik pada koper memang diperbolehkan selama tidak mengganggu proses distribusi barang bawaan jemaah.
Baca Juga : 700 Warga Turun ke Sungai Kedak, Pemkot Kediri Bersihkan Sampah dan Tebar 1.000 Bibit Ikan
“Tujuannya supaya jamaah lebih mudah mengenali koper masing-masing,” kata Basyarudin.
Rencananya, para calon jemaah haji Kota Kediri akan diberangkatkan menuju Surabaya pada Rabu pukul 15.00 WIB dari GOR Joyoboyo Kota Kediri.
Sebanyak 381 calon jemaah tersebut tergabung dalam Kloter 115 dan dijadwalkan terbang menuju Jeddah melalui Bandara Juanda pada 21 Mei 2026. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















