JAKARTA - Setelah menempuh perjalanan panjang di sirkuit festival film internasional dan nasional, film Yohanna dijadwalkan tayang secara komersial di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.
Disutradarai oleh Robby Ertanto, drama ini menempatkan aktris peraih penghargaan Laura Basuki sebagai pemeran utama. Berlatar di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanna mengisahkan perjalanan seorang biarawati muda yang terjebak di tengah peliknya praktik eksploitasi anak dan kemiskinan sistemik.
Pergulatan batin tokoh utama menjadi elemen sentral dalam alur cerita, terutama saat ia harus mempertaruhkan nilai kemanusiaan dan keyakinannya demi melindungi anak-anak di sekitarnya.
Rekam Jejak di Panggung Festival Dunia
Sebelum mendarat di bioskop tanah air, Yohanna telah mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Film ini tayang perdana (world premiere) di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2024 dan sempat diputar di Adelaide Film Festival.
Di dalam negeri, Yohanna mendominasi ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024 dengan menyabet lima penghargaan, termasuk kategori Best Film dan Best Performance. Berkat peran apiknya sebagai biarawati, Laura Basuki juga berhasil meraih gelar Aktris Terbaik di Asian Film Festival 2025.
Sinergi Cerita dengan Realitas Pekerja Anak di Indonesia
Isu yang diangkat dalam film ini bukanlah sekadar fiksi, melainkan cerminan dari tantangan nyata di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan fenomena yang mengkhawatirkan: pada tahun 2024, persentase pekerja anak meningkat menjadi 2,17%, naik dari 1,72% pada tahun sebelumnya.
Secara angka, jumlah pekerja anak bertambah dari 1,01 juta orang (2023) menjadi 1,27 juta orang (2024). Data tersebut juga menyoroti ketimpangan wilayah, di mana persentase pekerja anak di perdesaan (2,82%) jauh lebih tinggi dibandingkan di perkotaan (1,72%).
Hadirnya Yohanna di layar lebar pada April mendatang diharapkan tidak hanya menjadi tontonan berkualitas, tetapi juga memantik diskusi publik dan perhatian lintas sektor terhadap isu eksploitasi anak yang masih aktual. Dengan rilis komersial ini, pesan kemanusiaan yang dibawa Yohanna diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















