KOTA BATU - PortalJTV – Semangat kemerdekaan tidak hanya hadir melalui upacara dan perayaan seremonial. Di Jawa Timur Park 3 (JTP3) Kota Batu, nuansa “Merdeka di Jatim Park” dikemas melalui sejumlah spot wisata yang mengajak pengunjung mengenal kembali sejarah, tokoh bangsa, serta kekayaan musik Indonesia.

Beragam pengalaman bertema Indonesia tersebut tersebar di Museum Musik Dunia dan The Legend Stars Park. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati wahana, tetapi juga dapat melihat kembali sosok-sosok penting dalam perjalanan bangsa melalui konsep yang lebih dekat, visual, dan interaktif.
Salah satu yang menarik perhatian berada di Museum Musik Dunia, yakni Spot WR. Soepratman. Area ini menghadirkan sosok Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, dalam kemasan yang dirancang agar dapat diterima berbagai kelompok usia.

Manajer Operasional Museum Musik Dunia, Mulyadi, mengatakan kehadiran spot tersebut merupakan bagian dari upaya mengenalkan sejarah dengan cara yang sederhana tanpa menghilangkan nilai edukasinya.
“Kami ingin pengunjung dapat mengenal sosok WR. Soepratman dan Indonesia Raya melalui pengalaman yang sederhana, tetapi tetap memiliki nilai sejarah,” ujar Mulyadi, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, pengunjung dapat menemukan sejumlah elemen yang memperkuat cerita tentang WR. Soepratman dan karya Indonesia Raya.
“Kehadiran patung, teks Indonesia Raya tiga bait, serta suara lagu yang diputar melalui konsep radio antik diharapkan dapat membuat cerita tentang tokoh dan karya tersebut terasa lebih dekat bagi pengunjung,” lanjutnya.
Konsep tersebut membuat pengunjung tidak sekadar mengetahui nama WR. Soepratman, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang menghubungkan sosok pencipta lagu kebangsaan dengan karya yang menjadi bagian penting dari identitas Indonesia.

Nuansa kemerdekaan juga hadir di The Legend Stars Park melalui Istana Merdeka. Spot tersebut menjadi salah satu ruang tematik yang membawa suasana kenegaraan dan tokoh-tokoh Indonesia ke dalam pengalaman wisata.
Manajer Operasional The Legend Stars Park, Andik Fijayanto, menjelaskan bahwa kehadiran Istana Merdeka dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam kepada pengunjung.
“Setiap tokoh yang ditampilkan memiliki cerita dan latar belakang yang dapat menjadi bagian dari pengalaman pengunjung,” kata Andik, Rabu (19/8/2026).

Ia menyebut, perpaduan figur tokoh, suasana tematik, dan informasi menjadi bagian dari konsep yang ingin dibangun di area tersebut.
“Melalui Istana Merdeka, kami ingin menghadirkan ruang yang menarik secara visual sekaligus memberikan kesempatan bagi keluarga dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat tokoh-tokoh Indonesia maupun dunia,” ujarnya.
Tidak jauh dari konsep tersebut, pengunjung juga dapat menemukan Soekarno Corner. Spot ini secara khusus menghadirkan sosok Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, melalui pendekatan yang lebih personal.
Andik mengatakan, Soekarno Corner dirancang agar pengunjung, terutama generasi muda, dapat mengenal sosok Soekarno tidak hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi juga melalui perjalanan hidupnya.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat pengunjung dapat mengenal Soekarno dari sisi yang lebih personal,” ujar Andik.
Menurutnya, konsep tersebut diperkuat dengan kehadiran replika Istana Gebang, patung lilin, serta informasi yang dapat membantu pengunjung memahami perjalanan hidup Soekarno.
“Melalui replika Istana Gebang, patung lilin, serta informasi yang tersedia, kami berharap generasi muda dapat memahami perjalanan hidup dan perjuangan beliau sekaligus melihat kembali nilai-nilai yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, semangat mengenal Indonesia melalui budaya juga terasa di Museum Musik Dunia. Salah satu bagian yang dapat dijumpai adalah Spot Indonesia, yang menghadirkan berbagai alat musik Nusantara.
Manajer Operasional Museum Musik Dunia Jawa Timur Park 3, Mulyanto, mengatakan koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan musik tradisional kepada masyarakat melalui pengalaman secara langsung.
“Kami ingin koleksi alat musik Indonesia di sini dapat menjadi pengenalan yang sederhana bagi pengunjung terhadap kekayaan budaya Nusantara,” kata Mulyanto, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, pengalaman melihat langsung berbagai instrumen bahkan mencoba memainkannya dapat menjadi pintu masuk bagi pengunjung untuk mengenal budaya dari berbagai daerah.
“Ketika mereka dapat melihat langsung berbagai alat musik dan mencoba beberapa di antaranya, kami berharap muncul rasa ingin tahu untuk mengenal lebih jauh budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Pengalaman tersebut kemudian dibuat semakin interaktif melalui Challenge Interaksi Musik. Aktivitas ini menjadi salah satu cara Museum Musik Dunia menghadirkan perayaan kemerdekaan yang melibatkan pengunjung secara langsung.
Mulyadi mengatakan, musik memiliki hubungan erat dengan identitas dan perjalanan budaya sebuah bangsa. Karena itu, aktivitas tersebut sengaja dibuat sederhana agar dapat diikuti pengunjung.
“Musik memiliki hubungan yang kuat dengan identitas dan perjalanan budaya sebuah bangsa,” tutur Mulyadi.
Ia menjelaskan, Challenge Interaksi Musik tidak sekadar menjadi permainan, tetapi juga menjadi ruang bagi pengunjung untuk ikut merasakan suasana kemerdekaan melalui musik.
“Melalui Challenge Interaksi Musik, kami ingin memberikan ruang bagi pengunjung untuk ikut berpartisipasi dalam suasana kemerdekaan dengan cara yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan,” jelasnya.
Menurut Mulyadi, meski tantangan tersebut dibuat singkat, pengalaman yang dihasilkan diharapkan tetap meninggalkan kesan bagi pengunjung.
“Tantangannya singkat, namun diharapkan dapat menjadi momen yang membuat pengunjung lebih dekat dengan musik nasional,” ujarnya.
Selain WR. Soepratman, Museum Musik Dunia juga menghadirkan koleksi yang berkaitan dengan Gesang, salah satu tokoh penting dalam perjalanan musik Indonesia.
Mulyadi mengatakan, keberadaan koleksi Gesang menjadi bagian dari upaya mengenalkan perjalanan musik Indonesia kepada masyarakat melalui pengalaman yang lebih dekat dengan objek.
“Gesang merupakan salah satu tokoh yang memiliki tempat penting dalam perjalanan musik Indonesia,” kata Mulyadi.
Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat mengenal sosok Gesang sekaligus melihat perjalanan musik keroncong sebagai salah satu bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
“Melalui koleksi yang kami hadirkan, pengunjung dapat mengenal sosok beliau sekaligus melihat bagaimana musik keroncong menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” jelasnya.
Ia berharap cerita mengenai Gesang dan musik keroncong tidak berhenti sebagai pengetahuan di dalam museum, tetapi dapat terus dikenal oleh generasi berikutnya.
“Kami berharap cerita tersebut dapat terus dikenal oleh generasi muda,” tandas Mulyadi.
Rangkaian spot tersebut membuat konsep Merdeka di Jatim Park memiliki warna tersendiri. Semangat kemerdekaan tidak hanya ditampilkan melalui ornamen merah putih, tetapi diterjemahkan dalam pengalaman wisata yang mempertemukan sejarah, tokoh bangsa, musik dan budaya Indonesia.
Dari WR. Soepratman dan Indonesia Raya, perjalanan berlanjut ke Istana Merdeka dan Soekarno Corner. Pengunjung kemudian diajak mengenal alat musik Nusantara, mengikuti tantangan interaksi musik, hingga mengenal perjalanan musik keroncong melalui koleksi Gesang.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang wisata dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali cerita Indonesia kepada keluarga dan generasi muda dengan pendekatan yang lebih ringan dan interaktif.
Diperkuat Kolaborasi Wonderful Indonesia
Semangat Merdeka di Jatim Park juga berada dalam ekosistem promosi pariwisata yang lebih luas. Jawa Timur Park Group turut menjalin kolaborasi dengan Wonderful Indonesia untuk memperkuat promosi destinasi wisata Indonesia.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai pengalaman wisata kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi Jatim Park sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Timur.
Dengan memadukan rekreasi, sejarah, budaya dan pengalaman interaktif, Merdeka di Jatim Park menjadi salah satu cara JTP3 mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan sekaligus kembali mengenal cerita tentang Indonesia. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















