MOJOKERTO - Sebanyak 17 siswa SMP Negeri 2 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, tiba-tiba mengalami pusing, mual, dan panas, pada Sabtu (10/1/2026).
Belasan siswa tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Gondang untuk mendapatkan pertolongan medis. Diduga, siswa mengalami keracunan menu makanan soto ayam pada program Menu Bergizi Gratis (MBG).
Terungkapnya siswa mengalami mual dan muntah ini saat puluhan siswa izin tidak masuk sekolah. Pihak sekolah yang curiga langsung melakukan penyelidikan dan terungkap bila belasan siswa mengalami pusing, mual dan muntah. Sementara puluhan siswa lainnya izin disebabkan berbagai alasan seperti sakit dan mengalami kecelakaan.
Humas SMPN 2 Kutorejo, Siti Noor Sa’adah menjelaskan dari data sementara, sebanyak tiga hingga tujuh siswa di setiap kelas mengalami sakit.
"Beberapa anak memang tidak masuk, tapi tidak hanya satu kelas. Ada yang tiga, ada yang lima, bahkan ada yang tujuh. Gejalanya hampir sama, pusing dan mual. Tapi kami tidak langsung menyimpulkan penyebabnya karena keracunan MBG," ungkapnya, Sabtu (10/1/2026).
Siti menjelaskan, pada Jumat (9/1/2026) sekolah tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa, termasuk pelaksanaan MBG dengan menu soto ayam. Menu tersebut sama untuk seluruh siswa karena berasal dari satu dapur penyedia. Hingga jam pulang sekolah sekitar pukul 10.30 WIB, tidak ditemukan kejadian mencurigakan di lingkungan sekolah.
"Di sekolah tidak ada apa-apa. Anak-anak pulang setelah makan karena memang hari Jumat tidak ada kegiatan lanjutan. Jadi keluhannya justru diketahui keesokan harinya. Pas tadi pagi, di absen ternyata jumlah siswa yang izin tidak masuk sekolah pada hari berikutnya mencapai sekitar 60 anak dari kelas VII hingga IX," katanya.
Namun, lanjutnya, tidak semuanya disebabkan oleh dugaan keracunan MBG. Sebagian siswa memang sudah sakit sebelumnya, ada yang mengalami kecelakaan, serta ada yang izin karena keperluan lain. Ia mengungkapkan, beberapa siswa sempat mengalami muntah dan langsung diizinkan pulang.
"Yang sakit itu tidak seluruhnya karena MBG. Ada yang memang sudah sakit beberapa hari sebelumnya, ada yang kecelakaan, bahkan ada wali kelas yang tidak masuk karena kegiatan lain. Indikasinya memang mirip, pusing dan mual, tapi hasil pemeriksaan belum semua keluar. Jadi kami belum bisa memastikan semuanya karena MBG," ujarnya.
Saat ini, belasan siswa masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Gondang. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















