Menu
Pencarian


Wow! Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo Tembus 7.129, Didominasi Kelompok Ini

Portaljtv.com - Kamis, 2 Juli 2026 18:37
Wow! Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo Tembus 7.129, Didominasi Kelompok Ini
Ilustrasi kasus HIV AIDS

SURABAYA - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo mengalami lonjakan yang cukup mengkhawatirkan. Hingga April 2026, tercatat ada 7.129 warga Sidoarjo yang terinfeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut. Kasus ini didominasi oleh kaum pria.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama mengenai kelompok yang paling rentan tertular.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr. Hinu Tri Sulistijorini Ririn, mengungkapkan bahwa penularan tertinggi di wilayahnya ditemukan pada kelompok LSL (Laki Seks dengan Laki-laki).

"Kelompok risiko tertinggi dari HIV/AIDS adalah LSL. Perlu dipahami, LSL adalah laki-laki yang melakukan aktivitas hubungan seksual dengan sesama laki-laki, bukan sekadar laki-laki yang menyukai laki-laki," kata Hinu. 

Baca Juga :   Alarm Merah! Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo Tembus 7.129 Orang, Dua Kecamatan Ini Jadi Penyumbang Terbanyak

Hinu menambahkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa angka kasus HIV/AIDS di Sidoarjo saat ini memang didominasi oleh pasien laki-laki. Hal ini menjadi fokus utama Dinkes dalam melakukan pencegahan.

Berdasarkan evaluasi Dinkes dalam setahun terakhir, peningkatan angka kasus ini dipicu oleh sejumlah perilaku seksual yang berisiko tinggi. Beberapa faktor utama penyebab penularan diantaranya gaya hidup berganti-ganti pasangan seksual, melakukan hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah, serta penyimpangan perilaku seksual yang mempermudah penularan virus.

"Penularan HIV terjadi melalui tiga cairan tubuh, yaitu cairan sperma, cairan vagina, dan darah," jelas Hinu.

Baca Juga :   Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Bersama Forkopimda Bagikan Tiga Ton Beras ke Warga

Melihat masih banyaknya kesalahpahaman di masyarakat, Dinkes Sidoarjo terus menggencarkan edukasi. Hinu menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengucilkan atau takut berinteraksi sosial dengan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti bersentuhan, berjabat tangan, menggunakan alat makan yang sama, atau makan bersama. Virus ini murni menular melalui pertukaran cairan tubuh tertentu (darah, sperma, dan cairan vagina).

Pihak Dinkes berharap dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai cara penularan ini, langkah pencegahan bisa berjalan lebih efektif. Selain menjauhi perilaku berisiko, Dinkes Sidoarjo juga mendorong masyarakat untuk aktif melakukan deteksi dini (skrining) serta pengobatan rutin bagi yang terinfeksi demi mengendalikan penyebaran virus. (Bagoes Ri) 

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.