GRESIK - Operasi gabungan berskala besar berhasil membongkar sindikat narkoba internasional di Jawa Timur. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggerebek sebuah gudang di Kabupaten Gresik yang dijadikan tempat penyimpanan 3,37 ton narkotika jenis kuncup bunga canabinoid senilai Rp 4 triliun.
Penyelundupan jumbo ini berasal dari jaringan lintas negara: Thailand–Malaysia–Indonesia. Petugas mengendus keberadaan barang haram tersebut di Kompleks Pergudangan Prambanan Bizland Blok SA-33, Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Gresik, pada Kamis (2/7/2026).
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita empat kontainer yang di dalamnya terdapat puluhan kardus dan 79 koper berisi canabinoid. Tak hanya menyita barang bukti, petugas juga langsung mengamankan 12 orang yang berada di lokasi.
"Ada 1 orang warga negara asing (WNA) yang kami amankan. Saat ini masih dilakukan pengembangan, termasuk mengejar pelaku lain yang kabur ke negara tetangga," kata Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.
Baca Juga : BNN Desak Pelarangan Vape, Temukan Kandungan Narkotika dalam Cairan Rokok Elektrik
Sementara untuk 11 orang lainnya yang ikut diamankan merupakan warga negara Indonesia. "Untuk warga Indonesia yang diamankan statusnya adalah sopir dan pegawai kargo," tambahnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, narkotika dalam jumlah fantastis ini rencananya akan diedarkan secara luas di Indonesia. Target utamanya adalah generasi muda, di mana kuncup bunga canabinoid tersebut akan digunakan sebagai bahan campuran cairan rokok elektrik (liquid vape).
Jika berhasil lolos dan beredar, nilai ekonomis dari narkoba ini ditaksir mencapai angka yang sangat mencengangkan. "BNN memperkirakan nilai barang bukti yang diamankan ini mencapai sekitar Rp 4 triliun," tegas Suyudi.
Keberhasilan membongkar gudang narkoba di Gresik ini tak lepas dari kejelian petugas dalam membaca jalur logistik laut. Kepala Bea Cukai Indonesia, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, mengungkapkan bahwa kasus ini terendus sejak pemeriksaan awal di pintu masuk pelabuhan.
“Kami bersama-sama membongkar jaringan Thailand–Indonesia ini bermula dari pengecekan di pelabuhan. Setelah dilakukan pendalaman dan pelacakan, posisi barang tersebut mengarah ke kawasan pergudangan di Gresik,” ungkap Djaka.
Djaka menegaskan, pihaknya tidak akan kendor dan terus merapatkan barisan bersama BNN untuk memutus total mata rantai pasokan narkoba internasional ke tanah air.
Hingga saat ini, tim gabungan BNN RI dan Bea Cukai Jatim masih terus melakukan pemeriksaan maraton terhadap 12 orang yang diamankan untuk memetakan seluruh jalur distribusi dan memburu jaringan kakap lainnya yang terlibat.(Bagoes Ri)
Editor : A. Ramadhan



















