Menu
Pencarian


Profil Terry Previo Avianto, Alumnus S2 Ilmu Perikanan UNAIR Pencipta Inovasi Medis dan Teknologi Perairan

Portaljtv.com - Kamis, 2 Juli 2026 18:00
Profil Terry Previo Avianto, Alumnus S2 Ilmu Perikanan UNAIR Pencipta Inovasi Medis dan Teknologi Perairan
Terry Previo Avianto, alumnus program S2 Ilmu Perikanan Universitas Airlangga (UNAIR). (Foto: Dok Pribadi)

SURABAYA - Mengukir prestasi di bidang bioteknologi produk perikanan, Terry Previo Avianto, alumnus program S2 Ilmu Perikanan Universitas Airlangga (UNAIR), terus menghadirkan terobosan klinis dan teknologi mutakhir dari pemanfaatan komoditas perairan. Saat ini mengabdi sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR, dedikasinya berpusat pada perancangan biomaterial canggih dan sistem pintar terintegrasi.

Karya-karya inovatifnya dirancang untuk menghadirkan alternatif medis dan teknologi rantai pasok yang fungsional. Berikut adalah gambaran deretan inovasi krusial yang tengah ia kembangkan:

1. Desain Pembalut Luka Alami dari Kulit Ikan Gabus (Channa striata) Terry memelopori inovasi rancangan matriks pembalut luka tingkat lanjut yang memanfaatkan jaringan kulit ikan gabus, khususnya ditujukan untuk penanganan luka akut stadium II. Inovasi ini berfokus pada pemanfaatan biomaterial laut yang secara alami kaya akan kolagen sebagai media perbaikan jaringan. Pendekatan ini difungsikan sebagai alternatif pembalut luka yang dirancang untuk menjaga kelembapan area cedera sekaligus meminimalkan kebutuhan manipulasi mekanis yang sering terjadi pada saat proses penggantian perban konvensional.

2. Rekayasa Scaffold Jaringan Melalui Protokol Deselularisasi Sebagai fondasi dari rekayasa bioteknologi medis, ia merancang protokol deselularisasi khusus untuk matriks ekstraseluler pada kulit ikan gabus. Inovasi ini mengeksplorasi penggunaan kombinasi deterjen, seperti Triton X-100 dan Sodium Dodecyl Sulphate (SDS), untuk merumuskan metode pembersihan materi seluler secara presisi. Tujuan utama dari inovasi ini adalah menciptakan kerangka penyangga jaringan (scaffold) yang biokompatibel dengan cara menghilangkan sel pemicu penolakan imun, namun tetap berupaya mempertahankan arsitektur kolagen asli bawaan jaringan ikan.

Baca Juga :   Sukses Panen 108 Kg Ikan, Kolam Pendidikan FPK UNAIR Siap Fasilitasi Praktikum Mahasiswa yang Lebih Komprehensif

3. Digitalisasi Pemantauan Klinis Berbasis Non-Destructive Melengkapi rancangan biomaterialnya, Terry mengintegrasikan sistem pemantauan luka secara digital menggunakan aplikasi perangkat lunak imitomeasure. Teknologi planimetri berbasis smartphone ini diadopsi sebagai solusi non-destructive (tanpa sentuhan) untuk memetakan dimensi permukaan luka seperti luas dan kelilingnya. Inovasi ini dirancang agar tenaga medis dapat melakukan observasi klinis jarak dekat tanpa perlu memberikan sentuhan fisik langsung pada instrumen ukur ke area luka, sehingga difungsikan untuk mencegah masuknya agen infeksi eksternal.

4. Formulasi Bioteknologi Pangan dari Ekstraksi Pascapanen Ekspansi inovasinya juga diarahkan pada optimalisasi komoditas pascapanen perikanan. Ia menggagas formulasi hidrolisat protein yang diekstraksi dari bahan dasar kepala udang vaname (Litopenaeus vannamei), yang kemudian disinergikan dengan penggunaan tepung bekatul sebagai matriks pengikat. Rancangan kombinasi ini difokuskan sebagai dasar inovasi dalam pembuatan bahan baku suplemen kesehatan dan makanan fungsional masa depan yang kaya akan nutrisi.

Visi Riset ke Depan: Sistem Cerdas Pendeteksi Mutu Pangan Berbasis Kecerdasan Buatan Sebagai langkah visi teknologi mutakhir, riset lanjutan yang dirancang oleh Terry berfokus pada penciptaan sistem pemantauan mutu produk perikanan cerdas. Inovasi ini menitikberatkan pada perpaduan penginderaan Hyperspectral Imaging (HSI) dengan arsitektur algoritma Deep Learning, khususnya 1-Dimensional Convolutional Neural Network (1D-CNN).

Baca Juga :   FPK Unair Gandeng Mahasiswa Internasional Tanam Mangrove di Pesisir Surabaya

Sistem cerdas ini dikonsepkan untuk dapat mengekstraksi data spektral secara otomatis guna memprediksi indikator pembusukan kimiawi dan mengestimasi sisa umur simpan produk perikanan, murni melalui metode pencitraan tanpa harus merusak fisik produk uji. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.