KEDIRI - Di tengah menjamurnya kafe modern dengan menu kekinian, Arumpala Kopi yang berlokasi di Jalan Tegal Arum, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, justru tampil berbeda dengan mengusung konsep Jawa kuno. Warung kopi ini berhasil menarik minat generasi muda yang rindu akan suasana dan kuliner tradisional.
Didirikan pada 2021 oleh Muhammad Cahaya Gumelar, Arumpala Kopi menghadirkan pengalaman bersantap yang mengingatkan pada kehidupan pedesaan Jawa tempo dulu. Konsep ini diterapkan secara menyeluruh, mulai dari bangunan, tata ruang, hingga menu yang disajikan.
Salah satu menu andalan yang banyak dicari pelanggan adalah “nasi jangan ndeso” atau nasi dengan sayur pedesaan, terdiri dari lodeh tahu, tempe, terong, serta ikan pindang atau gerih. Menu ini tidak hanya menawarkan rasa yang pas, tetapi juga membangkitkan nostalgia makanan masa lalu. Dengan harga terjangkau, Rp15.000 per porsi, warung ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Novira, salah seorang pengunjung, mengungkapkan bahwa daya tarik utama Arumpala Kopi terletak pada suasana dan nuansa tempat yang autentik. “Kekuatannya bukan pada banyaknya variasi menu, melainkan pada atmosfer Jawa tempo dulu yang dibawa ke sini,” ujarnya.
Baca Juga : Nikmatnya Kepala Kambing Panggang Rempah, Menu Buka Puasa Unik di Jalan Ambengan Surabaya
Pemilik warung, Muhammad Cahaya Gumelar, menegaskan komitmennya dalam mempertahankan konsep “ndeso” atau pedesaan yang sederhana dan hangat. Usahanya itu ternyata membuahkan hasil. Setiap harinya, Arumpala Kopi mampu menarik 50 hingga 100 pengunjung, tidak hanya dari Kediri, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Surabaya dan wilayah sekitar Karesidenan Kediri.
Keberhasilan Arumpala Kopi menunjukkan bahwa tren menikmati suasana tradisional dan kuliner jadul justru menemukan pasarnya di kalangan anak muda yang ha akan pengalaman yang berbeda dan penuh kenangan. (Muhammad Zainurofi)
Editor : JTV Kediri

















