BLITAR - Ramadan kembali tiba, dan umat muslim di berbagai daerah mulai melaksanakan salat Tarawih berjemaah di masjid. Namun, pelaksanaan Tarawih di Blitar belakangan ini menjadi sorotan publik setelah muncul video yang memperlihatkan praktik Tarawih “kilat” dengan durasi yang sangat singkat.
Video tersebut viral di media sosial, terutama di platform TikTok. Dalam rekaman yang beredar, imam terlihat memimpin salat dengan gerakan yang sangat cepat, hingga memicu berbagai reaksi dari warganet.
Sebagian masyarakat menganggap praktik tersebut sebagai tradisi yang sudah berlangsung lama di beberapa daerah. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan keabsahan salat yang dilakukan dengan tempo sangat cepat tersebut.
Kritik Tajam Warganet Soal Kekhusyukan
Baca Juga : Berawal dari Cinta Seni, Bayu Raup Jutaan Rupiah dari Kerajinan Barongan
Sejumlah komentar warganet di media sosial menyuarakan kritik terhadap fenomena tersebut. Salah satu pengguna TikTok menilai, salat yang dilakukan terlalu cepat berpotensi menghilangkan unsur kekhusyukan dalam ibadah.
“Kalau saya, mending cari masjid lain sih. Ngapain capek doang, pahala nol. Ibadah bukan candaan. Walaupun ada yang sudah jadi tradisi dari lama banget, tapi tetap saja terasa kurang pas. Salat tanpa tumaninah itu tidak sah,” tulis salah satu warganet.
Komentar lain juga menyoroti salah satu rukun penting dalam salat, yaitu tumaninah atau ketenangan dalam setiap gerakan. “Rukun salat kan tumaninah, ini di mana letak tumaninahnya?” tulis warganet lainnya.
Baca Juga : Jokher Creative Space Blitar Kebanjiran Pesanan Natal & Tahun Baru, Omzet Capai Rp45 Juta per Bulan
Bacaan Harus Jelas dan Tidak Terburu-buru
Selain itu, ada pula yang menilai bahwa bacaan salat seharusnya dilakukan dengan jelas dan tidak terburu-buru agar ibadah dapat dilakukan dengan khusyuk.
“Buat yang tanya ini salatnya sah atau tidak; jawabannya tidak ya, guys. Salat itu harus dalam keadaan khusyuk, bacaannya harus jelas, tidak terburu-buru,” tulis pengguna TikTok lainnya.
Baca Juga : Raup Omzet Ratusan Juta, Pemuda Blitar Sukses Geluti Budidaya Merpati Hias Impor
Fenomena Tarawih kilat sendiri sebenarnya bukan hal baru dan pernah menjadi perbincangan publik pada tahun-tahun sebelumnya. Di beberapa daerah, praktik tersebut diklaim sebagai tradisi untuk memberikan alternatif bagi jemaah yang ingin melaksanakan Tarawih dengan waktu lebih singkat.
Meski demikian, munculnya kembali video Tarawih kilat di Blitar pada awal Ramadan tahun ini kembali memicu perdebatan mengenai batasan kecepatan dalam pelaksanaan salat berjemaah serta pentingnya menjaga rukun dan kekhusyukan dalam beribadah. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















