JAKARTA - Rumah produksi Five Elements Pictures resmi memperkenalkan jajaran pemeran film layar lebar perdana mereka berjudul Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?. Film ini merupakan adaptasi dari novel mega best seller karya Khoirul Trian yang dikenal dengan narasi puitis dan reflektif tentang hubungan emosional antara anak dan ayah.
Film ini disutradarai oleh Kuntz Agus dan diproduseri oleh Ody Mulya serta Soemijato Muin.
Berdasarkan trailer resmi yang dirilis pada Kamis (19/2/2026), film ini tidak sekadar menyajikan drama keluarga, tetapi juga perjalanan kontemplatif yang menggambarkan kegelisahan generasi muda dalam menghadapi realitas kehidupan dewasa yang penuh ketidakpastian. Kisahnya memotret seorang anak yang merasa kehilangan arah, sementara sosok ayah hadir sebagai simbol ketenangan sekaligus penunjuk jalan.
“Film ini tidak hanya bercerita tentang keluarga, tetapi tentang pencarian arah hidup dan makna kehadiran orang tua,” terang Trian dalam unggahan di kanal YouTube pribadinya.
Baca Juga : Fadli Zon Wacanakan Aturan Jeda Tayang Film, Bioskop Dapat Hak Eksklusif Empat Bulan
Jajaran Pemain Lintas Generasi
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Tanah Air. Dwi Sasono dipercaya memerankan tokoh ayah bernama Yudi. Sementara itu, Mawar de Jongh berperan sebagai Dira dan Rey Bong sebagai Darin.
Deretan pemain lainnya yang turut memperkuat film ini antara lain Unique Priscilla sebagai Lia, Baskara Mahendra sebagai Bumi, Kiara McKenna sebagai Nesya, serta Dinda Kanya Dewi sebagai Anita.
Baca Juga : Deretan Film Asia Terbaru Tayang Maret 2026: Petualangan, Aksi hingga Animasi Seru
Five Elements Pictures berharap film ini mampu membangkitkan kembali kenangan tentang sosok ayah serta pengorbanannya yang kerap tidak terucap. Dalam film ini, sosok ayah digambarkan sebagai simbol “arah” yang mungkin tampak diam dan sederhana, namun memberikan rasa aman bagi sang anak.
Surat Cinta untuk yang Merasa Tersesat
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? digambarkan sebagai "surat cinta" bagi siapa pun yang pernah merasa tersesat dalam perjalanan hidup. Pesan utamanya menegaskan bahwa selama seseorang masih memiliki tempat untuk berbagi beban, arah kehidupan tidak akan pernah benar-benar hilang.
Baca Juga : Joko Anwar Rilis 'Ghost in the Cell': Horor Penjara yang Jadi Refleksi Sosial dan Politik Indonesia
Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 9 April 2026. Informasi terbaru terkait film ini dapat diikuti melalui akun Instagram resmi pihak rumah produksi. (Dea Angelina)
Editor : Iwan Iwe



















