PROBOLINGGO - Pembangunan Jembatan Bailey Modular Acrow Panel di jalur menuju wisata Madakaripura, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, akhirnya rampung setelah dikerjakan selama tiga minggu. Jembatan darurat ini langsung menjalani uji beban sebelum difungsikan untuk masyarakat.
Komandan Yon Zipur 5/Arathi Bhaya Wighina Malang, Letnan Kolonel Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, mengatakan uji beban dilakukan untuk memastikan keamanan dan kekuatan jembatan.
“Uji beban ini kami lakukan dengan tiga metode, yakni statis, dinamis, dan defleksi. Hasilnya, jembatan mampu menahan beban hingga 8 ton dan dinyatakan aman untuk dilalui,” ujar Wahyu, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pada uji statis kendaraan ditempatkan di tengah bentang jembatan guna mengukur daya tahan struktur. Sedangkan uji dinamis dilakukan dengan melintaskan kendaraan bertonase besar dengan kecepatan tertentu.
“Untuk uji dinamis, kendaraan kami jalankan di atas jembatan sepanjang 20 meter dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Ini untuk melihat respons struktur terhadap beban bergerak,” jelasnya.
Sementara itu, uji defleksi dilakukan untuk mengetahui tingkat kelenturan atau lendutan jembatan saat menerima beban.
“Defleksi kami ukur untuk memastikan perubahan bentuk masih dalam batas aman. Dari hasil pengujian, semuanya memenuhi standar dan layak digunakan,” tegasnya.

Wahyu juga mengungkapkan, proses pembangunan jembatan tidak berjalan mudah. Tim di lapangan harus menghadapi kondisi geografis yang cukup menantang.
“Kendala terbesar ada pada pondasi yang rawan longsor. Selain itu, sisi timur jembatan harus kami tinggikan lebih dari tiga meter agar sesuai dengan elevasi jalan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, jembatan modular ini bersifat sementara sebagai solusi cepat untuk memulihkan akses warga.
“Ini adalah jembatan darurat untuk memulihkan konektivitas masyarakat. Harapannya bisa segera dimanfaatkan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengky Cahyo Saputra, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pembangunan jembatan permanen.
“Kami menargetkan pembangunan jembatan permanen bisa direalisasikan pada awal tahun 2027. Saat ini, jembatan modular ini menjadi solusi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” kata Hengky.
Ia juga menekankan pentingnya akses tersebut bagi perekonomian warga dan sektor pariwisata.
“Jalur ini merupakan akses utama menuju wisata Madakaripura. Dengan jembatan ini, diharapkan mobilitas warga dan wisatawan kembali normal,” ujarnya.
Sebelumnya, akses jalan sepanjang sekitar 20 meter di jalur tersebut terputus akibat longsor yang dipicu banjir pada akhir Maret 2026. Akibatnya, ribuan warga di sejumlah desa sempat mengalami keterisolasian, terutama dalam aktivitas ekonomi dan distribusi barang.
Kini, dengan rampungnya jembatan modular dan hasil uji beban yang dinyatakan aman, akses vital tersebut kembali terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















