PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi 1 Jakarta akan mengubah nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Perubahan ini disebut sebagai bagian dari penyederhanaan nama layanan dan tidak memengaruhi mutu pelayanan kepada penumpang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa operasional perjalanan kereta tetap berjalan normal. Ia menegaskan jadwal, rute, hingga kelas pelayanan tidak mengalami perubahan.
“Jadwal, rute, hingga kelas pelayanan tetap sama. Pelanggan tetap memperoleh layanan dengan standar yang telah ditetapkan,” kata Franoto di Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026, seperti dikutip dari Antara.
Kereta relasi Gambir–Surabaya Pasarturi tersebut telah beroperasi sejak 1997 dengan nama KA Argo Bromo Anggrek. Layanan ini dikenal sebagai salah satu kereta jarak jauh di lintas utara Pulau Jawa dengan kelas eksekutif.
Baca Juga : AHY Soroti Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA Argo Bromo–KRL, Dorong Percepatan Flyover
Lebih lanjut, KAI memastikan tiket yang telah dibeli oleh penumpang tetap sah dan dapat digunakan sesuai jadwal serta kelas yang dipilih, tanpa perlu melakukan pemesanan ulang.
PT KAI juga telah melakukan penyesuaian pada sejumlah aspek pendukung, mulai dari sistem ticketing, media informasi, hingga perangkat penunjang di lapangan. Menurut Franoto, langkah ini dilakukan untuk memastikan proses peralihan nama berjalan lancar serta tidak menimbulkan kebingungan bagi pelanggan.
“Kami berharap dengan identitas yang lebih sederhana, layanan ini semakin dekat dengan masyarakat dan tetap menjadi pilihan utama transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya,” kata Franoto.
Baca Juga : Imbas Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek, KA Singasari dari Blitar Batal Berangkat
Pengumuman perubahan nama ini muncul di tengah perhatian publik terhadap KA Argo Bromo Anggrek yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami sejumlah insiden. Kondisi ini turut membuat berbagai pembaruan terkait layanan kereta tersebut menjadi sorotan.
KAI menyebut perubahan nama ini mengusung tema “Nama Baru, Semangat Baru”. Dalam unggahannya di Instagram, penyederhanaan dari Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek disebut bukan untuk menghilangkan identitas lama, melainkan mempertahankan jejak layanan yang telah lama dikenal masyarakat. Dalam penjelasannya, KAI juga mengaitkan nama “Anggrek” dengan simbol keteguhan dan kemampuan beradaptasi, yang diharapkan tetap mencerminkan karakter layanan tersebut.
Perubahan nama ini menjadi bagian dari penataan branding layanan kereta api jarak jauh yang dilakukan KAI, dengan tujuan menyederhanakan identitas layanan agar lebih mudah dikenali oleh masyarakat.
Baca Juga : KRL dan Argo Bromo Anggrek Bertabrakan di Bekasi, Puluhan Korban Berjatuhan
Meski mengalami perubahan nama, KAI menegaskan bahwa kualitas layanan tetap dipertahankan seperti sebelumnya. (Amanda Dela)
Editor : Iwan Iwe



















