Prajurit TNI diterjunkan untuk membantu mengurai kemacetan kendaraan di jalan menuju Pelabuhan Ketapang. Para prajurit TNI itu telah diterjunkan sejak Rabu, 1 April 2025. Mereka disebar di sejumlah titik kemacetan untuk mengurai kemacetan yang telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol Arm. Triyadi Indrawijaya, mengatakan, Prajurit TNI yang diterjunkan untuk mengurai kemacetan berasal dari TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL) Kodim 0825 Banyuwangi. Mereka akan membantu mengutai kemacetan selama 7 hati ke depan.
"Kita TNI AD dan TNI Angkatan Laut melaksanakan perbantuan dalam rangka membantu kelancaran arus balik di Pelabuhan Ketapang," jelasnya, Kamis, 2 April 2026.
Dijelaskannya, dari Kodim 0825 diterjunkan sebanyak 75 personel, dari Batalyon Armed 8 Jember sebanyak 65 prajurit. Selain dari TNI AD ada juga personel dari TNI AL yang diterjunkan.
"Termasuk tadi pagi ada KRI yang sudah bersandar persiapan dalam tahap perencanaan untuk membantu perbantuan kapal untuk melaksanakan penyeberangan," tegasnya.

Dandim mengatakan, dari hasil pantauan yang dilakukannya, sebenarnya kendaraan kecil dan bus sudah dalam kondisi normal. Antrean didominasi kendaraan logistik khususnya kendaraan besar.
"Yang membludak itu ketika pembatasan truk besar untuk menyeberang itu dibuka. Itu sampai dengan sekarang sangat luar biasa. Volumenya lagi tinggi-tingginya," terangnya.
Dari hasil pantauan terakhir, kemacetan yang sebelumnya mencapai 15 kilometer ke arah utara. Saat ini ekor kemacetan menjadi sekitar 11 kilometer. Dia memperkirakan dalam beberapa hari ke depan antrean kendaraan ini akan semakin melandai.
Dandim juga mewaspadai bertambahnya arus kendaraan beberapa hari ke depan. Karena mulai besok akan ada long weekend. Biasanya pada long weekend arus kendaraan kecil akan bertambah.
"Besok long weekend. Nah ini arus kendaraan kecilnya akan meningkat lagi biasanya sama bus. Itu yang menjadi waspada," katanya.
Oleh karena itu, prajurit TNI disebar di titik-titik lokasi kemacetan.

Mereka akan membantu mengurai kemacetan sekaligus melakukan pengawasan agar tidak ada masyarakat yang ngeblong atau melawan arus.
"Titik-titik lokasi kemacetan juga kami gelar pasukan, intinya jangan sampai masyarakat ngeblong, itu kan yang bikin akhirnya jadi kemacetan yang luar biasa," tegasnya.
Pengguna Jasa Penyeberangan Merasa Dirugikan Terkait Kemacetan Kendaraan Menuju Pelabuhan Ketapang
Selain membantu mengurai kemacetan kendaraan, para prajurit TNI juga memberikan bantuan makanan dan minuman kepada pengemudi yang terjebak kemacetan.
"Kami kasih dukungan air minum sama makan biar pengemudi ini tetap sehat. Tidak dehidrasi, kan cuaca juga cukup panas. Terutama pada saat situasi siang," ujarnya
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















