SURABAYA - Perkembangan teknologi digital telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mencari rekomendasi tempat makan. Jika dahulu informasi kuliner lebih banyak diperoleh melalui getok tular (word of mouth) dari teman atau keluarga, kini masyarakat urban cenderung mencari referensi visual lewat media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Fenomena ini turut mendorong lahirnya para kreator konten (content creator) kuliner yang kini menjadi rujukan utama publik. Melalui video singkat yang dinamis, mereka membagikan pengalaman autentik saat mencicipi aneka hidangan, mulai dari pelaku UMKM lokal hingga destinasi kuliner yang sedang viral.
Salah satu kreator konten kuliner dan travel asal Surabaya, Vivian Baby, menilai pergeseran pola pencarian informasi ini terjadi karena masyarakat modern menginginkan kepraktisan dan kecepatan.
“Sekarang banyak orang mencari referensi tempat makan lewat video karena bisa langsung melihat suasana tempat, tampilan makanan, rincian harga, hingga pengalaman pengunjung secara lebih jelas dan nyata,” ujar perempuan yang aktif membagikan rekomendasi kuliner serta wisata lokal tersebut.
Baca Juga : Es Campur 22 Pak Cipto, Kuliner Legendaris Kediri yang Bertahan Sejak 1980
Vivian, yang akun TikTok resminya (@viviannbabyy) kini telah menembus lebih dari 100 ribu pengikut, menambahkan bahwa tren digital ini tidak hanya menguntungkan konsumen. Kehadiran para kreator konten di Instagram dan TikTok juga membuka peluang emas bagi para pelaku usaha kuliner untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
Saat ini, banyak UMKM kuliner di Surabaya yang mulai melek digital dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi utama. Kolaborasi dengan kreator konten terbukti efektif membantu usaha mikro mendapatkan eksposur tinggi kepada calon pelanggan baru yang sebelumnya tidak mengenal produk mereka.
Selain menjadi alat promosi yang ampuh, konten kuliner digital juga dinilai mampu mengangkat potensi kearifan lokal. Berbagai makanan khas daerah, warung legendaris yang tersembunyi (hidden gem), hingga usaha rumahan kini bisa naik kelas dan dikenal luas oleh masyarakat luar daerah berkat kekuatan algoritma platform digital.
Baca Juga : Pedasnya Bikin Nagih! Rica-Rica Menthok Semampir Kediri Diserbu Pemburu Kuliner
Sebagai salah satu kota metropolitan dengan pertumbuhan sektor kuliner yang sangat pesat, Surabaya memiliki segudang potensi yang masih bisa dieksplorasi. Sinergi yang kuat antara pelaku usaha kuliner dan kreator digital menjadi bentuk adaptasi mutlak dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen di era digital.
Dengan semakin tingginya penetrasi internet dan penggunaan gawai, tren berburu kuliner lewat layar ponsel ini diprediksi akan terus berkembang dan melekat sebagai gaya hidup masyarakat modern. (*)
Editor : Iwan Iwe



















