Serial Harry Potter dijadwalkan tayang perdana pada 25 Desember 2026 bertepatan dengan libur Natal. Namun, proses syuting musim pertamanya dilaporkan berlangsung sangat ketat dan melelahkan bagi jajaran pemeran serta kru produksi.
Dalam wawancaranya bersama Variety, sinematografer Adriano Goldman mengungkapkan bahwa padatnya jadwal produksi dipicu oleh regulasi ketat mengenai jam kerja aktor anak-anak yang memerankan karakter Harry, Ron, dan Hermione. Aturan tersebut mengharuskan para pemeran utama membagi waktu secara ketat antara kegiatan syuting dan sekolah.
Akibatnya, para aktor muda kerap hanya memiliki waktu sekitar 1,5 jam untuk pengambilan gambar dalam satu sesi sebelum kembali mengikuti kegiatan belajar. Untuk memangkas waktu, kru produksi harus menyiapkan pencahayaan, posisi kamera, hingga tata panggung lebih awal saat para pemeran sedang berada di kelas.
Goldman menilai ritme kerja yang serbacepat ini berisiko mengorbankan kualitas visual dari serial tersebut.
"Anda harus syuting dengan sangat cepat. Semakin cepat Anda mengambil gambar, makin banyak kualitas visual yang berisiko dikorbankan," ujar Goldman seperti dikutip dari Variety.
Sebelumnya, pada Juli 2025, Warner Bros. Studios Leavesden bahkan telah membangun sekolah khusus di area studio agar pendidikan para aktor cilik tersebut tidak terganggu selama proses syuting berlangsung.
Kekhawatiran Goldman sejalan dengan pernyataan CEO HBO, Casey Bloys, yang mengakui besarnya tantangan untuk merampungkan produksi setiap musim secara cepat, mengingat para pemeran utama bergerak cepat dalam masa pertumbuhan.
Musim pertama yang mengadaptasi novel Harry Potter and the Philosopher's Stone ditargetkan rilis pada libur Natal 2026. Warner Bros. dan HBO berencana mengadaptasi seluruh tujuh novel karya J.K. Rowling menjadi serial tujuh musim yang akan digarap selama kurun waktu satu dekade.
Sementara itu, proses produksi untuk musim kedua yang mengadaptasi novel Harry Potter and the Chamber of Secrets dijadwalkan mulai bergulir pada musim gugur 2026. (Adiybah Fawziyyah)
Editor : Iwan Iwe



















