SIDOARJO - Misteri hilangnya Femas Yani Ariyanto (22), Warga Negara Indonesia (WNI) asal Madiun saat melakukan perjalanan wisata di Korea Selatan, mulai menemui titik terang. Sebelum kembali menghilang tanpa jejak, Femas ternyata sempat terekam kamera sedang berada di sebuah masjid di kawasan Gyeonggi-do, Korea Selatan.
Pihak biro perjalanan Berani Backpacker Sidoarjo yang memberangkatkan Femas menduga kuat bahwa pemuda asal Desa Batengan, Kecamatan Wungu, Madiun tersebut tidak tersesat, melainkan sengaja melarikan diri dari rombongan untuk bekerja secara ilegal di Negeri Ginseng.
Perwakilan Berani Backpacker, Wiky Arian, menjelaskan bahwa keberadaan Femas sempat terpantau pada Kamis dan Jumat pekan lalu di Masjid Ansan, Gyeonggi-do.
"Kita sudah dapat videonya, kalau yang bersangkutan sempat ditemukan di Masjid Ansan sampai hari Jumat. Cuma di hari Jumat kita kehilangan jejak lagi di situ," ujar Wiky Arian saat ditemui di Sidoarjo, Senin malam (20/7/2026).
Baca Juga : Sempat Ditemukan di Masjid, WNI Asal Madiun yang Hilang di Korsel Diduga Kabur Jadi Pekerja Ilegal
Wiky mengungkapkan, dugaan Femas sengaja menghilang untuk menjadi pekerja migran ilegal didasari oleh sejumlah indikasi kuat. Salah satunya, Femas sudah mulai melancarkan aksinya sejak hari pertama kedatangan di Korea Selatan.
"Awalnya kita menduga tidak senegatif itu. Namun akhirnya kita menduga kuat dia ingin kerja secara ilegal," terang Wiky.
Selain aksi kabur yang dinilai telah terencana sejak awal, pihak travel juga menemukan sejumlah kejanggalan pada data dan informasi yang dikonfirmasi langsung kepada ibunda Femas setelah kejadian. Terlebih lagi, asal daerah Femas tergolong dalam peta pertimbangan khusus (zona merah) bagi penyedia jasa wisata karena maraknya kasus peserta tur yang menyalahgunakan visa wisata untuk bekerja.
Baca Juga : Warga Madiun Hilang di Korea Selatan, Keluarga Mengaku Tak Tahu
Diberitakan sebelumnya, Femas dinyatakan hilang sejak 28 Juni 2026 lalu saat mengikuti tur perjalanan ke Seoul. Saat itu, ia pamit kepada pendamping rombongan dengan alasan ingin membeli sepatu. Namun hingga rombongan kembali, Femas tak kunjung melapor dan ponselnya tidak dapat dihubungi.
Saat ini, pihak Berani Backpacker terus berkoordinasi erat dengan aparat kepolisian Korea Selatan dan agen travel lokal untuk melacak keberadaan Femas. Pihak travel juga menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya akomodasi dan tiket kepulangan Femas ke Indonesia jika berhasil ditemukan.
Kendati indikasi kabur untuk bekerja ilegal menguat, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas berwenang terkait posisi maupun status hukum pasti dari Femas Yani Ariyanto di Korea Selatan. Proses pencarian masih terus berlangsung.
Editor : Bagoes Ri

















