PONOROGO - Kecelakaan tragis terjadi di jalur Ponorogo-Trenggalek, tepatnya di Desa Winong, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Sebuah pohon akasia berdiameter sekitar satu meter tiba-tiba tumbang dan menimpa dua pengendara sepeda motor yang tengah melintas.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sore, 3 September 2026. Kedua korban diketahui melaju dari arah Ponorogo menuju Trenggalek ketika pohon tiba-tiba roboh ke badan jalan.
Kedua pengendara tidak sempat menghindar. Akibat kejadian tersebut, satu sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah. Sementara salah satu korban, Nanik Nuryati, warga Kecamatan Ponorogo, mengalami luka berat.
Nanik sempat dilarikan ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Warga sekitar, Sudarmaji, mengatakan pohon yang tumbang tersebut diduga sudah mengalami pelapukan pada bagian bawah. Saat kejadian, kondisi cuaca juga tidak menunjukkan adanya angin kencang.
“Pohonnya diduga sudah lapuk di bagian bawah. Saat itu tidak ada angin kencang, tetapi tiba-tiba pohon roboh dan menimpa pengendara yang sedang melintas,” ujar Sudarmaji.
Selain menimpa dua pengendara sepeda motor, pohon tumbang juga sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut. Petugas dan warga kemudian melakukan penanganan agar kendaraan dapat kembali melintas.
Kabel jaringan internet yang berada di sekitar lokasi juga turut putus akibat tertimpa pohon.
Salah seorang pengendara motor, Novi Aprilia, mengaku kejadian tersebut cukup mengejutkan karena pohon tumbang terjadi secara tiba-tiba saat kendaraan sedang melintas.
“Kejadiannya tiba-tiba. Pohon langsung tumbang ke jalan dan pengendara yang melintas tidak sempat menghindar,” kata Novi.
Warga berharap dinas terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pohon-pohon peneduh yang berada di sepanjang jalur tersebut. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Terlebih, kejadian pohon tumbang di kawasan tersebut disebut bukan kali pertama. Warga menyebut peristiwa serupa sudah terjadi untuk kedua kalinya.
Editor : JTV Madiun



















