BLITAR - Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun, A-P, dilaporkan hilang diduga terseret arus sungai di Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Hingga memasuki hari keempat, Tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban.
Pencarian yang melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan sejumlah relawan ini telah dilakukan sejak Sabtu lalu. Mereka menyisir sepanjang aliran Sungai Desa Jaten yang terhubung ke Sungai Brantas, mencakup wilayah Blitar, Tulungagung, dan Kediri.
Namun, upaya pencarian menghadapi sejumlah kendala berat. Selain arus sungai yang deras, tim juga menemui banyak tumpukan sampah dan bambu di sepanjang jalur sungai, yang memperlambat proses pencarian.
Koordinator Basarnas Malang Raya, Iptu Imam Nahrowi, mengonfirmasi bahwa hingga hari ini korban belum ditemukan.
“Hingga hari ke-4 pencarian, korban belum ditemukan. Pencarian dilakukan mulai pagi hingga sore hari dan banyak kendala yang dialami petugas, selain arus sungai yang deras juga banyak tumpukan bambu di sungai,” ujar Iptu Imam Nahrowi dalam keterangannya.
Menurut informasi yang dihimpun, A-P dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Rabu malam. Saat itu, korban sedang bermain air hujan di depan rumahnya. Seorang warga melihat korban terakhir kali berjalan menuju arah Sungai Proyek Jaten yang berjarak sekitar seratus meter dari rumahnya. Setelah itu, keberadaan A-P tidak diketahui lagi.
Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan A-P. Pencarian akan dilanjutkan besok dengan fokus pada titik-titik yang dianggap kritis di sepanjang aliran sungai. (Moch. Asrofi)
Editor : JTV Kediri



















