SURABAYA - Penjaga gawang Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani, menegaskan bahwa ibadah puasa di bulan suci Ramadan bukan penghalang untuk menjalani program latihan. Sebagai tumpuan di bawah mistar gawang skuad Bajol Ijo, Andhika mengakui program latihan tetap berjalan normal dengan penyesuaian tertentu.
Menurut kiper berusia 27 tahun tersebut, meskipun penjaga gawang sering kali memiliki porsi latihan dengan intensitas lebih tinggi dibandingkan pemain posisi lain, dirinya tetap berkomitmen mengikuti seluruh arahan tim pelatih.
Pemain asli Surabaya ini menyatakan bahwa ia sudah terbiasa menjalani latihan di bulan puasa berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Baginya, penyesuaian porsi latihan adalah kunci utama agar ibadah tetap berjalan lancar tanpa mengganggu performa di lapangan.
"Kami mengikuti arahan pelatih. Jika di bulan biasa intensitasnya lebih tinggi, di bulan Ramadan ini memang tidak memungkinkan latihan dengan intensitas serupa, kecuali jika Coach Tavares memberikan latihan pada malam hari. Karena tahun kemarin juga sama, kami latihan setiap hari, jadi kami sudah terbiasa," ujar Andhika Ramadhani.
Baca Juga : Ramadan di Lapas: Tadarus dan Tarawih Mengalir Hingga ke Ngajum
Sementara itu, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memutuskan untuk sedikit mengurangi intensitas latihan. Langkah ini diambil guna menjaga kebugaran pemain agar tidak memaksakan diri yang berisiko memicu cedera.
Sesuai jadwal, setelah menghadapi Persijap Jepara, Persebaya masih harus melakoni tiga laga krusial di bulan Ramadan. Di antaranya adalah melawan PSM Makassar pada Rabu (25/2/2026) besok, serta Persib Bandung dan Borneo FC yang masing-masing akan digelar pada 2 dan 7 Maret mendatang. (Yona Salma)
Editor : M Fakhrurrozi



















