JAKARTA - Rumah produksi Come and See Pictures kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk Ghost in the Cell. Film bergenre horor komedi ini ditulis sekaligus disutradarai oleh sineas ternama, Joko Anwar, yang menyebut karyanya sebagai respons terhadap dinamika sosial dan politik di Indonesia.
Dalam konferensi pers di kawasan Epicentrum, Jakarta, Senin (23/2/2026), Joko mengungkapkan alasan pemilihan penjara sebagai latar utama cerita. Baginya, penjara merupakan miniatur dari kehidupan masyarakat dan relasi kekuasaan.
“Kami di Come and See Pictures memproduksi film berdasarkan apa yang relevan di Indonesia sekarang. Kami merasa seperti 'terpenjara'. Penjara itu miniatur kehidupan masyarakat, dan dinamika antara masyarakat serta pemerintah di setting penjara sangat kuat,” terang Joko.
Sentil Isu Deforestasi dan Trauma Kolektif
Baca Juga : Joko Anwar Rilis 'Ghost in the Cell': Horor Penjara yang Jadi Refleksi Sosial dan Politik Indonesia
Lebih dari sekadar hiburan, film ini menjadi refleksi atas trauma kolektif bangsa yang jarang dibicarakan secara terbuka. Joko menekankan pentingnya membahas luka masa lalu agar peristiwa tragis tidak terulang kembali di masa depan.
Pengembangan naskah film ini sejatinya telah dimulai sejak 2018. Joko dan tim berupaya mengangkat isu-isu krusial, termasuk persoalan deforestasi. Ia mengaku sangat terpukul ketika bencana akibat kerusakan hutan benar-benar melanda wilayah Sumatra dan Aceh beberapa waktu lalu.
Sinopsis: Teror Misterius di Balik Jeruji Besi
Baca Juga : Pengabdi Setan, Film Horor Indonesia Paling Menyeramkan yang Masih Membekas
Ghost in the Cell mengisahkan konflik mencekam antara dua geng penguasa di penjara Labuan Angsana. Permusuhan panjang mereka terpaksa mereda setelah muncul teror misterius dari sosok hantu yang membantai narapidana satu per satu.
Situasi semakin tegang ketika para napi menyadari bahwa maut bisa menjemput siapa saja. Kedua kelompok ini pun harus bekerja sama untuk mengungkap misteri sekaligus mengusir makhluk tak kasatmata yang menghantui sel mereka. Meski sarat adegan berdarah, film ini tetap menyelipkan unsur komedi khas gaya Joko Anwar.
Ensemble Cast Terbesar dalam Karier Joko Anwar
Baca Juga : Joko Anwar Umumkan Jadwal Tayang 'Ghost in the Cell', Siap Teror Bioskop Mulai 16 April 2026
Film ini tercatat sebagai proyek dengan ensemble cast terbesar yang pernah digarap oleh Joko Anwar. Lebih dari 30 aktor terlibat, dan seluruh karakter memiliki peran penting dalam alur cerita.
Sederet aktor papan atas turut membintangi film ini, di antaranya Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Rio Dewanto, Tora Sudiro, hingga Aming Sugandhi. Selain itu, hadir pula Dimas Danang, Endy Arfian, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Arswendy Bening Swara, hingga Kiki Narendra.
Ghost in the Cell dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Film ini diprediksi menjadi salah satu karya nasional yang paling dinantikan, terutama bagi penggemar horor dengan sentuhan kritik sosial yang tajam. (Dea Angelina)
Editor : Iwan Iwe



















