PROBOLINGGO - Suasana haru menyelimuti halaman depan Kantor Wali Kota Probolinggo, saat jemaah haji kloter 5 tiba, pada Selasa (2/6/2026) pagi.
Kedatangan 312 jemaah haji tersebut disambut ribuan warga dan anggota keluarga yang sejak pagi memadati lokasi penyambutan. Tangis bahagia pecah ketika satu per satu jemaah turun dari delapan bus yang membawa mereka dari Asrama Haji Surabaya menuju Kota Probolinggo.
Pelukan hangat, doa syukur, dan wajah penuh kebahagiaan mewarnai momen pertemuan kembali setelah lebih dari sebulan berpisah. Banyak keluarga yang tak mampu membendung air mata saat melihat kerabat mereka pulang dalam keadaan sehat.
Bahkan, salah seorang jemaah haji langsung memeluk anak dan cucunya sesaat setelah turun dari bus. Momen itu menjadi pemandangan yang mengundang haru bagi warga yang hadir.
Sebelum kembali ke rumah masing-masing, seluruh jemaah haji terlebih dahulu mengikuti prosesi penerimaan yang dipimpin Wali Kota Probolinggo Aminuddin. Hadir pula Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, serta jajaran Forkopimda.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji Kloter 5 berjalan dengan baik, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Arab Saudi hingga kepulangan ke tanah air.
“Alhamdulillah seluruh jemaah haji Kota Probolinggo yang tergabung dalam Kloter 5 dapat kembali dengan selamat. Kami bersyukur proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat,” ujar Aminuddin.
Meski demikian, Aminuddin mengingatkan para jemaah agar tidak langsung beraktivitas secara berlebihan setelah tiba di rumah. Menurutnya, kondisi fisik jemaah perlu mendapatkan perhatian karena baru menjalani perjalanan panjang.
“Yang perlu diperhatikan sekarang adalah kesehatan para jemaah. Setelah menempuh perjalanan jauh dan aktivitas ibadah yang cukup padat, mereka harus beristirahat dengan cukup. Biasanya setelah pulang dari Tanah Suci ada yang mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan gejala ISPA,” katanya.
Ia juga meminta keluarga turut membantu menjaga kondisi para jemaah agar proses pemulihan berlangsung optimal.
“Kami berharap keluarga memberikan waktu istirahat yang cukup. Jangan sampai karena banyak tamu yang datang bersilaturahmi justru membuat kondisi kesehatan jemaah menurun,” tambahnya.
Sementara itu, Supriyanto, salah satu jemaah haji asal Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani tanpa hambatan berarti.
“Alhamdulillah selama di Tanah Suci kami diberikan kesehatan dan kemudahan. Semua rukun dan wajib haji bisa kami jalankan dengan baik. Meskipun cuaca cukup panas dan aktivitas padat, tetapi tidak ada kendala yang berarti,” tutur Supriyanto.
Ia mengaku sangat terharu saat melihat keluarganya telah menunggu di lokasi penyambutan.
“Rasanya senang sekali bisa kembali ke rumah dan bertemu keluarga. Tadi saat turun dari bus langsung disambut anak dan cucu. Saya tidak bisa menahan air mata karena sudah lama tidak bertemu,” ujarnya.
Supriyanto juga membenarkan bahwa kondisi kesehatan menjadi hal yang harus diperhatikan setelah pulang dari Arab Saudi.
“Memang setelah perjalanan panjang badan terasa lelah. Banyak jemaah yang mengalami batuk karena perbedaan cuaca. Karena itu kami akan mengikuti anjuran untuk banyak istirahat di rumah,” katanya.
Kepulangan 312 jemaah haji Kloter 5 tersebut menandai berakhirnya perjalanan spiritual panjang para tamu Allah asal Kota Probolinggo.
Di balik wajah lelah usai menempuh perjalanan ribuan kilometer, tersimpan rasa syukur mendalam karena dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat dan selamat. Tangis haru, pelukan hangat, dan ucapan syukur pun menjadi penutup manis perjalanan ibadah haji tahun 2026. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















