SAMPANG - Potret pendidikan di daerah terpencil menyisakan segudang cerita miris. Salah satunya seperti yang dialami siswa SMPS di Dusun Kasangkah, Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura. Mereka terpaksa belajar di teras bahkan juga memanfaatkan gardu sebagai tempat belajar karena tidak memiliki ruang kelas.
Para siswa harus menempuh perjalanan sejauh 4 kilometer untuk sampai ke sekolah. Hal ini sangat kontras dengan agenda pemerintah yang mengkampanyekan kegiatan belajar secara nyaman.
Sekolah yang terletak di pelosok desa ini hanya memiliki 5 ruangan, di mana 4 ruangan diantaranya digunakan sebagai ruang kelas dan salah satunya digunakan sebagai ruang guru. Selain kegiatan belajar terpaksa dilakukan di teras kelas karena kurangnya ruangan kelas, sekolah ini juga tak memiliki fasilitas pendukung seperti perpustakaan.
Kondisi ini membuat siswa yang bersekolah disini mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah untuk pembangunan gedung sekolah.
“Harapan kami untuk pemerintah supaya melakukan pembangunan dan memberikan komputer” harap Maisyaroh, Siswi SMPS Al-Lathifi
Sementara itu, Nurahmat, Kepala Sekolah SMPS Al-Lathifi menyebut tingginya semanagat para siswa untuk belajar meski dalam kondisi poenuh keterbatasan.
“Kami berharap pemerintah ini juga bisa melihat kondisi disini, karena anak-anak semangatnya luar biasa untuk belajar bahkan di lembaga ini pinjam teras untuk proses belajar mengajar” terang Nurahmat.
Mereka berharap pemerintah setempat memperhatikan nasib para siswa hingga mereka dapat belajar dengan nyaman. (Ali Muhdor)
Editor : Yulia E



















