GRESIK - Sebuah truk tangki bermuatan bahan cat terguling di Ambeng-Ambeng, Kecamatan Duduk Sampeyan, Gresik, Jum'at (21/11/2025) pagi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini. Namun, posisi truk mengakibatkan kemacetan panjang di jalur nasional ini.
Informasi yang didapat, kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Ketika itu, truk nopol W 9653 PEH melaju dari Jakarta menuju Sidoarjo.
Namun, saat melintas di lokasi kejadian, tepatnya di tikungan depan masjid Roudlatul Jinan, laju truk tiba-tiba oleng hingga menabrak pembatas jalan dan terguling. Diduga, sopir truk Aris Setyono dalam kondisi mengantuk.
Baca Juga : Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak Ambeng-Ambeng Gresik, Satu Orang Tewas
Kecelakaan ini mengejutkan warga sekitar yang kebetulan hendak menunaikan solat shubuh. Warga langsung membantu sopir truk keluar dari bodi.
"Saat itu, saya mau solat dan tiba-tiba terdengar suara keras Brakk. Saya lihat keluar masjid, ternyata ada truk terguling," kata Sholikil Amin, warga ambeng ambeng.
Amin mengungkapkan bila kecelakaan akibat sopir mengantuk.
"Saat saya tanya, sopirnya mengaku mengantuk," katanya.
Amin menambahkab bila lokasi kecelakaan merupakan jalur tengkorak.
"Sering terjadi kecelakaan di sini. Lebih banyak pengendara sepeda motor," pungkasnya.
Tak berselang lama, perwakilan perusahaan PT Sidomulyo tiba di lokasi kejadian. Eko, perwakilan perusahaan mengatakan bila truk bermuatan bahan kimia dari Jakarta dengan tujuan Sidoarjo.
"Truk tangki ini mengangkut bahan kimia sebanyak 20 ton dari Jakarta dengan tujuan PT Aviant di Sidoarjo. Sekarang masih menunggu dua alat berat untuk meng evakuasi truk yang terguling," kata Eko.
Staf PT Sidomulyo tersebut menambahkan bahwa kecelakaan akibat sopir mengantuk.
"Saat kejadian, sopir truk ini sendirian. Dia mengaku mengantuk hingga akhirnya menabrak pembatas jalan," ujarnya.
Akibat kecelakaan ini, kemacetan panjang terjadi di Jalan Ambeng-Ambeng Gresik. Bahkan, kemacetan mencapai 2 Kilometer.
"Kemacetan terjadi dari arah Gresik mencapai sekitar dua kilometer dari lokasi truk tangki yang terguling ini. Saya hendak ke arah Duduk Sampeyan," kata Willy.
Untuk mengurai kemacetan, anggota Satlantas Polres Gresik memberlakukan sistem buka tutup.
"Kita berlakukan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan. Proses evakuasi berlangsung lama karena harus menunggu alat berat dari Surabaya," ujar AKP Nur Arifin S.T.K, SIK, Kasatlantas Polres Gresik.
Kasatlantas yang baru beberapa hari menjabat di Gresik mengimbau pengendara agar istirahat bila sedang mengantuk. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















