Menu
Pencarian


Sutradara Ito Mavin Boyong Woko Channel Ke Layar Lebar, Piye To Kih? The Movie Tawarkan Komedi, Drama, Dan Horor

JTV Madiun - Rabu, 28 Oktober 2026 18:24
Sutradara Ito Mavin Boyong Woko Channel Ke Layar Lebar, Piye To Kih? The Movie Tawarkan Komedi, Drama, Dan Horor
Seluruh pemain film Piye To Kih? The Movie berfoto bersama pengunjung bioskop dalam rangkaian promosi film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 19 November 2026.

KOTA MADIUN - Kreator lokal WOKO Channel melebarkan sayap ke industri perfilman nasional melalui film Piye To Kih? The Movie. Film yang memadukan komedi, drama, dan horor ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 November 2026. Kehadiran film ini sekaligus menjadi kesempatan bagi kreator daerah untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing di layar lebar.

Sutradara Ito Mavin mengatakan, kolaborasi tersebut berangkat dari pengamatannya terhadap potensi kreator lokal. Selama hampir 20 tahun berkecimpung di dunia hiburan, ia mengikuti perkembangan WOKO Channel dan melihat peluang besar bagi kreator daerah untuk berkembang ke panggung yang lebih luas. “Kita harus berani untuk bertumbuh bersama kreator-kreator lokal karena mereka punya potensi dan kesempatan yang sama,” ujar Ito Mavin. Ia berharap kolaborasi ini dapat memantik semangat kreator daerah lainnya untuk mengembangkan karya mereka.

Ito mengaku memiliki kedekatan budaya dan bahasa dengan para kreator WOKO Channel. Lahir di Ponorogo dan pernah menempuh pendidikan di Taman Siswa, Madiun, ia merasa memiliki keterikatan dengan wilayah tersebut. Menurutnya, kedekatan itu menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun kolaborasi. Namun, tantangan terbesarnya adalah menghadirkan sesuatu yang berbeda dari konten YouTube yang selama ini sudah dikenal masyarakat.

“Kita tidak mau menampilkan sesuatu yang sama di bioskop. Kita harus memberikan alasan yang kuat supaya orang mau datang ke bioskop karena akan melihat versi teman-teman yang berbeda,” jelasnya.

Heri Chandra, pemeran Mukidi, mengaku terkejut ketika pertama kali mendapat tawaran bermain dalam film layar lebar. Ia merasakan perbedaan besar antara produksi konten YouTube dan film, mulai dari jumlah kru hingga penggunaan peralatan yang lebih profesional. Meski sempat gugup karena baru pertama kali terlibat dalam produksi film, Heri berusaha membangun kedekatan dengan para pemain lain agar proses syuting berjalan lebih nyaman. “Untuk membangun chemistry, saya cenderung mengajak ngobrol di luar film supaya saat syuting bisa lebih tenang dan rileks,” ungkap Heri.

Sementara itu, Gabriela Desta mengungkapkan bahwa penggunaan bahasa Jawa bukan menjadi kendala besar selama proses produksi. Meski komunikasi dengan Heri Chandra sempat membutuhkan penyesuaian, ia terbiasa mendengar bahasa Jawa sejak kecil karena keluarganya menggunakan bahasa tersebut dalam percakapan sehari-hari. Untuk memahami sejumlah dialog dan ungkapan dalam naskah, para pemain juga berdiskusi bersama sutradara dan mendapat pendampingan pelatih akting. “Kami membedah skenario bersama, banyak berdiskusi, dan melakukan brainstorming tentang arah cerita. Itu sangat membantu pekerjaan kami,” tutur Gabriela.

Gabriela berharap film ini dapat diterima oleh penonton dari berbagai daerah. Menurutnya, Piye To Kih? The Movie tidak hanya menyajikan komedi, tetapi juga memuat unsur drama dan horor, dengan komedi sebagai porsi dominan. Ia berharap penonton terhibur sekaligus dapat menangkap pesan moral yang disampaikan. “Kami berharap penonton terhibur dan pesan moral yang ingin kami sampaikan bisa sampai. Kami juga ingin memberikan yang terbaik bagi para penggemar WOKO Channel,” ujarnya.

Melalui film ini, WOKO Channel ingin menunjukkan bahwa kreator lokal mampu berkembang dan menghadirkan karya di industri perfilman nasional. Perpaduan komedi khas Jawa, drama, dan horor menjadi daya tarik yang ditawarkan kepada penonton. Jangan lewatkan keseruan Mukidi dan kawan-kawan dalam Piye To Kih? The Movie yang dijadwalkan tayang mulai 19 November 2026. Saksikan film ini di bioskop terdekat di seluruh Indonesia.

Editor : JTV Madiun






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.