Menu
Pencarian


Sungai Maron Diproyeksikan Jadi Center of Excellence PLN Nusantara Power 2027

JTV Pacitan - Kamis, 1 Oktober 2026 09:25
Sungai Maron Diproyeksikan Jadi Center of Excellence PLN Nusantara Power 2027
Sungai Maron diproyeksikan menjadi center of excellence pada 2027. (Foto:Yosep Dwi)

PACITAN - PLN Nusantara Power memperingati Hari Sungai di kawasan Sungai Maron, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (30/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Dari Energi Untuk Sungai” dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-31 PT PLN Nusantara Power.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup Tulus Laksono, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Senior Manager PLN Nusantara Power UP Pacitan Munif, jajaran senior leader PLN Nusantara Power, serta masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Maron.

Program ini merupakan bagian dari pendampingan PLN Nusantara Power melalui Unit Pembangkit Pacitan dalam memperkuat konservasi lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejumlah program telah dilakukan di Sungai Maron, mulai dari rehabilitasi dan penguatan sempadan sungai, transformasi kawasan wisata menuju konsep wisata hijau, hingga perlindungan habitat ikan sidat.

Dalam kegiatan tersebut, PLN Nusantara Power juga memperkenalkan penggunaan perahu listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan energi fosil di kawasan wisata. Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup Tulus Laksono mengatakan, program pendampingan Sungai Maron merupakan bagian dari program PROPER PLN Nusantara Power yang telah berjalan sejak 2023.

Baca Juga :   Kejari Pacitan Tetapkan Dua Tersangka Kredit Fiktif Lembaga Keuangan BUMN, Kerugian Capai Rp681 Juta

Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat memiliki batas waktu pendampingan agar masyarakat nantinya mampu mengelola potensi wilayah secara mandiri. “Dalam konsep PROPER, ada titik perusahaan harus keluar. Tidak selamanya masyarakat terus didampingi. Dari informasi yang kami terima, sebenarnya tahun ini masyarakat Maron sudah mandiri, tetapi masih akan ditambahkan satu tahun lagi,” ujar Tulus.

Ia menilai, tambahan waktu pendampingan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tulus bahkan mendorong adanya pengembangan titik wisata baru di kawasan Sungai Maron hingga menuju kawasan pesisir.

Baca Juga :   Luluk Diana, Atlet Asal Punung Pacitan Raih Perunggu Asian Games 2026

Sementara itu, Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menegaskan, perusahaan telah menyiapkan proses transisi menuju kemandirian masyarakat. Ia menyebut PLN Nusantara Power akan mengakhiri pendampingan utama pada tahun depan, setelah memastikan sejumlah program penguatan terakhir dapat diselesaikan.

“Dalam program PROPER ini ada saatnya kita harus exit. PLN NP sudah memutuskan tahun depan kita akan exit. Tetapi masih ada satu program lagi, sehingga kita masih punya satu tahun untuk mendampingi masyarakat di Sungai Maron agar benar-benar bisa mandiri,” kata Ruly.

Dari sisi ekonomi, pendampingan PLN Nusantara Power juga disebut telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Senior Manager PLN Nusantara Power UP Pacitan Munif mengatakan, peningkatan ekonomi masyarakat berjalan seiring dengan meningkatnya kunjungan wisata ke Sungai Maron.

Baca Juga :   Tabrakan Dua Motor di Jalan Gatot Subroto Pacitan, Tiga Orang Luka-Luka

Pada 2023, kunjungan wisata tercatat sekitar 71 ribu orang. Sementara hingga 2026, jumlahnya telah mencapai sekitar 91 ribu kunjungan. “Masyarakat merasakan langsung peningkatan penghasilan. Itu dihasilkan dari peningkatan kunjungan wisata, ditambah pengembangan produk-produk baru sehingga muncul UMKM-UMKM baru,” jelas Munif.

Menurutnya, peningkatan aktivitas wisata tersebut berdampak terhadap penghasilan masyarakat Dusun Maron. Rata-rata penghasilan setiap keluarga disebut telah mencapai lebih dari Rp3 juta per bulan.

“Kalau dihitung per bulan, penghasilan sudah mencapai sekitar Rp3 juta lebih untuk setiap keluarga. Artinya sudah di atas UMR. Kegiatan yang dilakukan teman-teman ini secara nyata mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat disekitar Sungai Maron,” ujarnya.

Baca Juga :   Alarm Fiskal Pacitan, Seberapa Kuat Hadapi TKD yang Berpotensi Menyusut?

Saat ini terdapat sekitar 116 kepala keluarga di Dusun Maron yang terlibat dan mendapatkan manfaat dari aktivitas wisata Sungai Maron. Namun, peningkatan kunjungan wisata juga diikuti dengan tantangan menjaga kelestarian lingkungan.

Munif mengatakan, dari sisi kemampuan masyarakat, teknologi, maupun infrastruktur, pengelolaan wisata Sungai Maron dinilai sudah semakin siap. Meski demikian, masih diperlukan sejumlah pembenahan, termasuk penambahan spot wisata untuk meningkatkan daya tarik sekaligus memastikan pengelolaan kawasan tetap memperhatikan aspek lingkungan. “Konsen kami adalah bagaimana dengan peningkatan kunjungan wisata itu kita tetap mampu memastikan kelestarian Sungai Maron. Itu yang akan menjadi perhatian kami pada 2027,” katanya.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan perahu listrik untuk menggantikan perahu berbahan bakar fosil. Munif menyebut penggunaan perahu listrik tersebut diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 2,71 ton CO2 per tahun, sekaligus menghemat sekitar 1.600 liter bahan bakar setiap tahunnya.

Baca Juga :   Razia Gabungan di Rutan Pacitan, Petugas Sita Sejumlah Barang Terlarang

“Dengan perubahan perahu motor dari energi fosil ke perahu listrik, kami bisa menurunkan emisi sebesar 2,71 ton CO2 per tahun dan menghemat sekitar 1.600 liter bahan bakar per tahun. Ini juga menurunkan pengeluaran masyarakat,” terang Munif.

Ke depan, Sungai Maron ditargetkan menjadi Center of Excellence PLN Nusantara Power pada 2027. Artinya, berbagai praktik konservasi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan wisata hijau, hingga pemanfaatan teknologi energi bersih di Sungai Maron akan menjadi model pembelajaran yang dapat direplikasi di lokasi lain.

Salah satu daerah yang disebut berpotensi mengadopsi konsep tersebut adalah Kota Yogyakarta, khususnya dalam pengembangan kawasan Sungai Code. “Tahun 2027 nanti kami akan menjadi Center of Excellence. Ini akan menjadi pusat pembelajaran dan sangat terbuka untuk direplikasi di unit lain maupun tempat lain,” kata Munif.

Rangkaian peringatan Hari Sungai di Sungai Maron juga diisi dengan Maron Culture Welcome, perjalanan menyusuri sungai menggunakan perahu listrik, pelepasan bibit ikan sidat, restorasi sempadan sungai melalui pemasangan coirlog dan cocomesh, penanaman akar wangi, kelapa entok dan tabebuya, serta ditutup dengan Tari Syukur Sungai.

Melalui program tersebut, PLN Nusantara Power tidak hanya mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga menghubungkan konservasi sungai dengan pengembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat. (Edwin Adji) 

Editor : JTV Pacitan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.