Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, membeberkan alasan yang membuat mereka kalah dari Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan di perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Berstatus unggulan kedua, Fajar/Fikri mengalami kekalahan dari ganda Taiwan tersebut dua gim langsung 19-21, 16-21. Kegagalan ke semifinal membuat Fajar/Fikri tak mampu memenuhi target medali.
"Kami tidak bisa keluar dari tekanan, mereka bermain sangat baik dengan speed dan power yang luar biasa. Kami sudah mencoba tapi mereka tampil lebih baik," ujar Fajar, dikutip dari PBSI.
"Gim pertama khususnya saya banyak ragu-ragu ya dengan permainan, sedikit kaget juga hembusan angin hari ini lumayan kencang ke pinggir jadi pengembalian bola saya banyak tidak pas," imbuhnya.
Sementara, Fikri menilai sejatinya tidak ada tekanan signifikan. Namun, atlet berusia 26 tahun menganggap sang lawan lebih baik sehingga harus menerima kenyataan pahit dengan kekalahan.
"Kami tidak merasa terlalu ada pressure, di lapangan memang lawan bermain baik. Banyak pelajaran untuk saya pribadi di Kejuaraan Dunia ini," kata Fikri menambahkan
"Mau lawan siapapun kami harus selalu siap dan harus cepat adaptasi. Permainan mereka cukup mengagetkan dan solid, seperti sempit dan tidak ada celah di lapangan mereka," tuturnya lagi.
Dengan kekalahan tersebut, Indonesia gagal meraih emas. Indonesia mesti puasa gelar lagi di Kejuaraan Dunia BWF setelah emas terakhir dimenangkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada 2019 lalu.
Fajar/Fikri yang tampil luar biasa hingga juara Japan Open 2026 dan China Open 2026 justru antiklimaks di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Ekspektasi yang diberikan gagal ditunjukkan dengan raihan medali.
Editor : Khasan Rochmad



















