KEDIRI - Perum Bulog Sub Divre Kediri mencatat stok beras yang sangat melimpah di awal tahun 2026. Ketersediaan saat ini mencapai 66 ribu ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga 20 bulan ke depan.
Kelebihan stok ini berasal dari hasil serapan beras petani sepanjang tahun 2025. Bulog Kediri berhasil menyerap hingga 66 ribu ton, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 50 ribu ton.
"Stok ini merupakan hasil penyerapan beras kepada petani pada tahun 2025 yang lalu. Dari target 50 ribu ton, kami mampu menambah hingga 16 ribu ton beras," ujar Harisun, Kepala Perum Bulog Cabang Kediri.
Pasokan melimpah tersebut didukung oleh aktivitas panen yang berjalan lancar di sejumlah wilayah, seperti di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Banyak petani setempat memanfaatkan mesin panen yang dinilai lebih efektif, terjangkau, dan menghemat waktu.
Baca Juga : Stok Beras Bulog Kediri Melimpah di Awal Tahun 2026, Aman Hingga 2027
Meski stok beras di gudang pemerintah berlimpah, Bulog memastikan hal itu tidak akan menekan harga pembelian gabah atau beras dari petani. Bulog akan tetap membeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.
"Para petani tidak perlu mengkhawatirkan harga panen padi. Bulog akan membeli beras milik petani sesuai HPP, yakni Rp6.500 per kilogramnya," tegas Harisun.
Dengan stok yang aman dan komitmen penyerapan dengan harga terjaga, kondisi ketahanan pangan di wilayah Kediri dan sekitarnya diprediksi akan tetap stabil dalam beberapa bulan mendatang. (M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















