SURABAYA - Tiga atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) asal Jawa Timur, yakni Putra Tri Ramadhani, Alma Ariella Tsany, dan Amanda Narda Mutia, serta seorang atlet Pelatnas mandiri, Mayra Azalia Nabila, terpaksa dipulangkan ke daerah asal. Pemulangan ini dilakukan setelah seluruh atlet diliburkan dari pemusatan latihan menyusul adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan Pelatih Kepala Pelatnas Panjat Tebing, Hendra Basir.
Kedatangan para atlet berprestasi ini disambut oleh rekan setim di Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur, di halaman kantor Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur, Kamis (26/2/2026).
Tetap Fokus Kualifikasi Asian Games
Meski sedang diliburkan dari Pelatnas, atlet nomor speed asal Surabaya, Amanda Narda Mutia, menegaskan akan tetap fokus mempersiapkan diri. Ia menargetkan hasil maksimal dalam kualifikasi Asian Games yang dijadwalkan pada April mendatang.
Baca Juga : Yenny Wahid Ungkap Kunci Sukses Panjat Tebing di Olimpiade Paris 2024
Atlet berusia 20 tahun ini akan menggelar latihan rutin bersama rekan-rekannya di Puslatda Jawa Timur. Hal ini dilakukan demi menjaga kebugaran fisik dan mental sebelum bertanding di Asian Games yang akan digelar di Nagoya, Jepang, pada September 2026.
"Untuk tim speed, kami masih akan mengikuti kualifikasi di bulan April. Persiapan selanjutnya adalah perkenalan dengan tim pelatih baru pada tanggal 3 Maret nanti. Sebenarnya tujuan kami dipulangkan adalah agar nanti saat kembali, kami bisa lebih fokus karena ada banyak pembaruan di tim. Sebagai atlet profesional, kami harus tetap menjaga kebugaran. Target saya adalah lolos ke Asian Games," ungkap Amanda Narda Mutia.
Pembaruan Skuad Pelatnas
Sesuai jadwal, para atlet panjat tebing dijadwalkan kembali berkumpul di Pelatnas Bekasi, Jawa Barat, pada 3 Maret 2026. FPTI juga berencana melakukan peluncuran (launching) skuad baru Pelatnas untuk menghadapi Asian Games 2026 Nagoya pada 10 Maret mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi tim setelah insiden yang terjadi di internal kepelatihan sebelumnya. (Yona Salma)
Editor : Iwan Iwe



















