Menu
Pencarian

Bonus Dipangkas, Atlet Kota Pasuruan Injak Piagam Penghargaan

Portaljtv.com - Jumat, 27 Februari 2026 07:00
Bonus Dipangkas, Atlet Kota Pasuruan Injak Piagam Penghargaan
Atlet Kota Pasuruan menginjak Piagam Penghargaan usai bonus dipangkas hingga 70 persen. (Foto: Istimewa)

PASURUAN - Pembagian reward atlet Kota Pasuruan peraih prestasi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX 2025 di Gedung Gradika pada Kamis (26/2/2026) berakhir tidak kondusif.

Beberapa atlet melakukan walkout atau meninggalkan gedung sebelum acara resmi berakhir. Hal ini disebabkan kekecewaan yang dirasakan sejumlah atlet Kota Pasuruan setelah menerima bonus atas prestasi mereka dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025.

Bonus yang diberikan pemerintah daerah disebut mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan Porprov sebelumnya.

Diketahui, reward bagi peraih medali emas yang tadinya Rp30.000.000 kini dipangkas hingga tersisa Rp10.000.000, peraih medali perak dari Rp20.000.000 juta menjadi Rp7.500.000, sedangkan untuk peraih medali perunggu, dari Rp10.000.000 tersisa Rp5.000.000.

Sejumlah atlet kontingen Pasuruan mengaku baru mengetahui adanya penurunan nominal bonus satu hari sebelum agenda pemberian penghargaan. Informasi tersebut diperoleh dari pemberitaan media, bukan melalui pemberitahuan resmi kepada atlet maupun pelatih.

Coach Franky Sutedjo, kepala pelatih wushu sanda, IBCA MMA, dan tinju, kontingen Pasuruan pada ajang Porprov Jatim, mengaku kecewa atas pemotongan bonus atlet.

"Terus terang, saya tidak puas sedikitpun, Efisiensi memang dibutuhkan, tapi jangan sampai ekstrem seperti ini, daerah lain juga menyesuaikan, tapi tidak separah di Kota Pasuruan. Jangan salahkan jika tahun depan atlet enggan berjuang. Mereka keluarkan biaya besar, korbankan waktu, bahkan urusan pribadi demi mengharumkan nama daerah,” ujar Franky.

Sorotan publik terhadap persoalan ini semakin luas setelah sebuah video protes atlet beredar di media sosial dan menjadi viral. Dalam video yang beredar, beberapa atlet terlihat tertawa sambil memegang dan menunjukkan beberapa papan simbolis bonus atau piagam penghargaan dengan nominal mulai dari Rp1.500.000 hingga Rp10.000.000 ke arah kamera. Sebagai bentuk ekspresi kekecewaan, ada atlet yang melempar bahkan menginjak-injak papan simbolis tersebut.

Aksi itu memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian besar menilai, tindakan tersebut adalah hal wajar sebagai bentuk protes atas penghargaan yang dianggap belum sebanding dengan perjuangan atlet.

Robiatul Adawiyah, peraih medali emas cabang olahraga wushu sanda juga mengaku kecewa. Ia kecewa bukan hanya karena pemotongan nominal yang tidak sesuai dengan janji yang disampaikan sebelum pertandingan, melainkan terhadap minimnya penghargaan dari pemerintah daerah terhadap perjuangan para atlet, terlebih setelah menjalani proses latihan panjang, pengorbanan waktu, bahkan biaya yang dikeluarkan, apalagi pertandingan ini membawa nama Kota Pasuruan, bukan nama pribadi.

“Kami tidak meminta lebih, hanya menuntut apa yang sudah dijanjikan, karena penghargaan itu bukan belas kasihan, melainkan hak atas prestasi yang telah kami persembahkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, pada sambutannya, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyampaikan apresiasi atas capaian atlet dan pelatih kontingen Pasuruan yang berlaga di tingkat Provinsi tersebut, namun di hadapan ratusan atlet dan pelatih, ia juga menyampaikan permohonan maaf terkait nominal penghargaan tahun ini. Menurutnya, penyesuaian nominal bonus dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang disebabkan pada 2026 ini terdapat penurunan transfer dana daerah dan dana bagi hasil dari pusat.

Ia juga menegaskan, akan memastikan pembinaan tetap menjadi perhatian, dengan mendorong sinergi antara pemerintah, KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), pelatih serta masyarakat, guna memastikan prestasi terus meningkat.

Total anggaran bonus pada tahun ini mencapai RP.301.250.000, di mana dana tersebut akan dialokasikan bagi peraih medali sesuai kategori.

Pada ajang Porprov IX Jawa Timur 2025 yang salah satunya dilaksanakan di Malang Raya dan Kota Batu, kontingen Kota Pasuruan menurunkan 217 atlet dengan 42 pelatih dari 36 cabang olahraga, sehingga mereka berhasil menyumbang 36 medali yang terdiri dari 6 emas, 7 perak dan 23 perunggu dari berbagai cabang olahraga.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait evaluasi kebijakan bonus setelah video tersebut viral. Namun, sejumlah pihak berharap adanya dialog antara atlet, pengurus cabang olahraga, dan pemerintah daerah agar polemik tidak berkepanjangan, serta tetap menjaga semangat pembinaan olahraga daerah. (Mamluatus Salimah)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.