Menu
Pencarian

BMKG Prakirakan Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Diprediksi Agustus

Khasan Rochmad - Jumat, 6 Maret 2026 15:00
BMKG Prakirakan Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Diprediksi Agustus
ilustrasi cuaca panas (Foto: Pexels)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar konferensi pers sekaligus memberikan peringatan dini terhadap datangnya musim kemarau yang melanda Indonesia pada 2026.

BMKG memprakirakan sebagai besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau lebih awal daripada rata-rata klimatologinya. Kondisi ini dipicu berakhirnya fenomena La Nina Lemah pada Februari 2026.

Fase kini mulai bergeser menuju netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun. Hal ini yang membuat potensi musim kemarau di Indonesia datang lebih awal daripada biasanya.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memaparkan bahwa pemantauan anomali iklim global di Samudra Pasifik yang dilakukan menunjukkan nilai indeks netral dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.

Baca Juga :   Musim Kemarau Basah Melanda Indonesia, Sampai Kapan dan Apa Dampaknya?

Selain itu, munculnya El Nino dengan kategori Lemah–Moderat sebesar 50–60 persen diprediksi mulai semester kedua atau pertengahan tahun. Kondisi ini diharapkan bisa menjadi perhatian khusus.

Sementara, Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi masih stabil pada fase Netral sepanjang tahun. BMKG menyebutkan bahwa penanda dimulainya musim kemarau adalah dengan terjadinya peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia).

BMKG mencatat 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3 persen wilayah Indonesia memasuki kemarau pada April 2026. Wilayah ini mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Baca Juga :   Indonesia Masuki Periode Musim Hujan Berintensitas Tinggi, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, merinci sebanyak 184 ZOM (26,3%) menyusul masuk musim kemarau pada Mei 2026 dan 163 ZOM (23,3%) pada Juni 2026.

Dengan kondisi tersebut, Ardhasena menjelaskan bahwa awal kemarau di 325 ZOM (25,3%) diperkirakan maju atau terjadi lebih cepat, sama atau normal 173 ZOM (24,7%), dan mundur 72 ZOM (10,3%).

Ardhasena menuturkan wilayah yang mengalami awal kemarau lebih maju sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggar, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Baca Juga :   BMKG Sebut Hujan pada Awal November Menandakan Penurunan Tren Suhu Panas di Indonesia

Hasil analisis BMKG, puncak kemarau mayoritas wilayah Indonesia pada Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM (61.4%). Wilayah lain mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6%) dan September (14,3%).

Editor : Khasan Rochmad






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.