JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Najamudin, memberikan tanggapan terkait banyaknya menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran.
Diketahui sebelumnya, Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil 108 tokoh ke kediamannya pada Senin (14/10/2024) dan Selasa (15/10/2024).
Pemanggilan tersebut bertujuan sebagai seleksi sekaligus komitmen untuk membantu pemerintahan Prabowo sebagai calon menteri, wakil menteri, hingga kepala badan.
Menurutnya, hal ini tidak masalah sebab tujunnya untuk memastikan stabilitas politik dan persatuan nasional.
Baca Juga : Presiden Prabowo Beri Instruksi Jaga Stabilitas Harga Pangan ketika Ramadan
Sultan menganggap bahwa Indonesia terlalu besar dan kompleks jika hanya diurus oleh satu-dua kelompok sehingga banyaknya menteri ini merupakan langkah bagus.
Terlebih lagi, beragam latar belakang juga menjadi pertimbangan tersendiri. Tak hanya dari elite partai politik, tetapi juga dari kalangan profesional hingga akademisi.
"Karena secara teori, dalam sistem presidensial tidak dikenal istilah koalisi apalagi oposisi politik," ujar Sultan, dikutip dari ANTARA.
Baca Juga : Ikhtiar Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional melalui Bank Emas
Sultan, yang juga dipanggil Prabowo ke kediamannya ini menilai bahwa langkah yang diambil Prabowo merupakan terobosan dalam pemerintahan.
Menurutnya, kabinet Prabowo ini mempunyai visi dan misi pembangunan nasional yang solid dan komprehensif. Maka, tidak tepat jika kementerian nantinya dianggap gemuk.
"Pak Prabowo memiliki caranya tersendiri, yang saya kira sangat baik untuk menata pemerintahan yang tertib dan merekrut para menteri dan wakil menteri yang bertanggung jawab," imbuhnya.
Baca Juga : Indonesia Resmi Punya Bank Emas, Simak Keuntungan Jadi Nasabahnya
Editor : Khasan Rochmad