Menu
Pencarian


Sidang ASEAN Smart City Network Ke-9 Resmi Digelar di Banyuwangi

JTV Banyuwangi - Senin, 20 Juli 2026 16:51
Sidang ASEAN Smart City Network Ke-9 Resmi Digelar di Banyuwangi
Safrizal ZA menegaskan Indonesia bukan hanya National Representative, tetapi juga Shepherd perkembangan smart city di Asia Tenggara, dengan fokus pada 3R dan teknologi waste to energy.

Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah konsolidasi nasional dalam Sidang ke-9 ASEAN Smart City Network (ASCN) yang digelar secara virtual pada Senin,( 20 Juli 2026). Pertemuan tersebut diikuti pemerintah pusat bersama enam daerah anggota ASCN dari Indonesia untuk membahas pengembangan kota cerdas, termasuk pengelolaan sampah berkelanjutan.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan Indonesia saat ini tidak hanya berperan sebagai National Representative, tetapi juga sebagai Shepherd yang bertugas membina pengembangan smart city di kawasan Asia Tenggara. Sidang ASCN tahun ini dipimpin Filipina dan dilaksanakan secara virtual atas permintaan negara tersebut.

Safrizal menjelaskan, Indonesia kini memiliki enam daerah anggota ASEAN Smart City Network, yakni DKI Jakarta, Makassar, Banyuwangi, Sumedang, serta dua anggota baru yang disetujui tahun ini, yaitu Kota Semarang dan Kota Denpasar.

"Banyuwangi merupakan salah satu anggota tertua ASEAN Smart City Network sejak 2015 dan menjadi contoh penerapan smart city berbasis wilayah rural atau smart village," ujar Safrizal.

Dalam sidang tersebut, Indonesia mengangkat tema pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai praktik terbaik yang dipromosikan kepada negara-negara anggota ASEAN. Menurut Safrizal, strategi tersebut dilakukan melalui pendekatan hulu dan hilir, mulai dari penerapan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) hingga pengembangan teknologi waste to energy.

Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di 50 kabupaten/kota. Saat ini terdapat 24 lokasi yang sedang diproses sebagai bagian dari upaya mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.

Safrizal menambahkan, daerah yang ingin bergabung dengan ASCN harus menunjukkan komitmen dalam menerapkan konsep smart city. Pemerintah akan melakukan pembinaan dan pemantauan selama dua tahun sebelum mengusulkan daerah tersebut menjadi anggota kepada forum ASEAN.

"Yang pertama adalah niat, kedua komitmen. Setelah itu kami dampingi selama dua tahun dan dievaluasi sebelum diajukan menjadi anggota ASEAN Smart City Network," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Banyuwangi ditunjuk Kemendagri sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan smart city sejak bergabung dengan ASCN pada 2015.

Ipuk menjelaskan, fokus pengembangan smart city di Banyuwangi diarahkan pada pengentasan kemiskinan melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan berbasis digital hingga tingkat desa.

"Kami terus menguatkan pelayanan berbasis desa dengan dukungan digitalisasi, basis data yang akurat, serta melibatkan masyarakat agar manfaat program pemerintah semakin luas dirasakan warga," tutur Ipuk.

Selain berbagi pengalaman antaranggota, forum ASCN juga menjadi wadah bagi pemerintah daerah di Asia Tenggara untuk saling bertukar pengetahuan, praktik terbaik, dan inovasi dalam penerapan smart city sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Banyuwangi dan Sumedang menjadi contoh pengembangan smart city berbasis kawasan perdesaan, sementara DKI Jakarta mewakili kota metropolitan, Makassar dan Semarang untuk kawasan perkotaan, serta Denpasar untuk kota berbasis pariwisata.

Handoko Khusumo

Editor : JTV Banyuwangi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.