KABUPATEN MADIUN - Menjelang Hari Raya Idulfitri, Bupati Madiun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Umum Caruban, Kabupaten Madiun. Sidak ini dilakukan untuk memantau ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok di pasar tradisional.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Madiun meninjau langsung sejumlah lapak pedagang, mulai dari pedagang sembako, sayuran, hingga kebutuhan pokok lainnya. Dari hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar harga bahan pokok masih terpantau relatif stabil, meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai yang saat ini mencapai sekitar Rp90 ribu per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih masih relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan sidak ini dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pokok menjelang Lebaran tetap aman dan harga tidak melonjak tajam.
Baca Juga : Sidak Pasar Caruban, Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu dan Infrastruktur Pasar Dikeluhkan Pedagang
“Kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harga masih dalam kondisi terkendali menjelang Lebaran, sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Selain memantau harga bahan pokok, Bupati juga berdialog langsung dengan para pedagang. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pedagang menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur pasar yang dinilai masih kurang memadai.
Keluhan tersebut di antaranya terkait saluran air, ventilasi, hingga talang air yang dianggap belum berfungsi dengan baik. Para pedagang menyebutkan saat hujan turun, air kerap meluap dan mengganggu aktivitas jual beli di dalam pasar.
Baca Juga : Dampak Cuaca, Sejumlah Rumah Rusak Akibat Hujan dan Angin Kencang
Salah seorang pedagang, Damis, berharap pemerintah daerah dapat segera memperbaiki fasilitas pasar agar aktivitas perdagangan menjadi lebih nyaman.
“Kalau hujan, air sering masuk ke dalam pasar dan membuat aktivitas jual beli terganggu. Kami berharap ada perbaikan saluran air dan fasilitas lainnya,” kata Damis.
Selain itu, para pedagang juga meminta pemerintah Kabupaten Madiun menertibkan pedagang yang berjualan di luar area pasar agar masuk ke dalam pasar.
Baca Juga : Diduga Korsleting Listrik, Sebuah Ruko Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1,2 Miliar
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di dalam pasar sekaligus mendorong perputaran ekonomi pedagang menjelang Lebaran.
Editor : JTV Madiun



















