PROBOLINGGO - Warga di Kota Probolinggo memiliki tradisi unik dalam menyambut malam ke-27 Ramadan. Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan Bibibi. Tradisi ini menjadi momen berbagi hadiah bagi anak-anak yang menjalankan puasa selama bulan Ramadan.
Tradisi tersebut terlihat di Gang Mangga, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (16/3/2026) sore. Puluhan anak-anak hingga remaja berkumpul sambil membawa kantong plastik untuk mengikuti tradisi Bibibi yang digelar warga setempat.
Dalam tradisi ini, anak-anak berkeliling mendatangi rumah warga sambil meneriakkan “bi-bi-bi”. Warga yang sudah menyiapkan aneka makanan ringan, minuman hingga angpau kemudian membagikannya kepada anak-anak yang datang.
Baca Juga : Stok Menipis, Harga Kurma Naik Rp 125 Ribu per 10 Kg
Tradisi Bibibi merupakan bentuk hadiah bagi anak-anak yang berhasil menjalani puasa hingga hari ke-26 atau menjelang malam ke-27 Ramadan. Karena itu, warga setempat kerap menyebut tradisi ini sebagai lebarannya anak-anak.
Setiap rumah secara sukarela menyiapkan bingkisan untuk dibagikan kepada anak-anak. Begitu terdengar teriakan “bi-bi-bi”, anak-anak langsung berlarian mendatangi rumah yang membagikan jajanan.
Tidak hanya anak-anak, sejumlah orang tua juga terlihat ikut berlari sambil menggendong anaknya demi mendapatkan aneka makanan ringan dan angpau yang dibagikan warga.
Baca Juga : Permudah Warga, Satlantas Polres Tulungagung Hadirkan Layanan "SIM Ramadan" di Alun-Alun
Nabila, remaja berusia 17 tahun yang ikut dalam tradisi tersebut mengaku terharu karena tahun depan ia tidak bisa lagi mengikuti tradisi Bibibi seperti sebelumnya.

“Ini lebarannya anak-anak, setiap tahun menjelang hari raya. Saya dapat jajanan, roti, dan uang. Tapi ini kesempatan terakhir saya ikut tradisi ini, karena tahun depan sudah tidak bisa lagi,” ujarnya sambil menyeka keringat.
Baca Juga : Mengapa Memasak Sendiri di Rumah Lebih Baik Selama Bulan Ramadan?
Ketua RT setempat, Sulistiorini, mengatakan kegiatan Bibibi sudah berlangsung turun-temurun di lingkungan kampung dan selalu digelar setiap tahun menjelang akhir Ramadan.
“Tradisi ini ndak pernah absen setiap tahun. Saya tidak tahu kenapa disebut Bibibi, dari dulu sudah begitu. Ini ditujukan untuk anak-anak agar mereka senang,” ujarnya.
Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menetapkan tradisi Bibibi sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Kota Probolinggo. Penetapan tersebut dilakukan pada 10 Oktober 2025 di Jakarta. Status tersebut diberikan untuk menjaga agar budaya lokal ini tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)
Baca Juga : Pekerja Hiburan Malam di Madiun Raya Bagikan 1.500 Paket Takjil
Editor : A. Ramadhan



















