NGAWI - Seorang santri dari salah satu pondok pesantren di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo pada Kamis petang. Korban diduga terseret arus saat berenang bersama 14 rekannya.
Korban diketahui bernama Muhammad Maulana Rifai (15). Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama sejumlah temannya sedang berenang di Sungai Bengawan Solo sebelum akhirnya diduga terseret arus dan hilang dari pantauan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari Damkar Ngawi, BPBD, TNI, Polri, serta sejumlah relawan langsung melakukan operasi pencarian di lokasi kejadian.
Keluarga korban yang berada di lokasi tampak terpukul dan terus memantau proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan.
Baca Juga : Rumah Warga di Ngawi Terbakar, Lansia Pemilik Rumah Tewas Terjebak di Dalam Kamar
Kasi Penyelamatan Damkar Ngawi, Rohmat Angga, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait setelah menerima laporan dari warga.
"Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan untuk melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan dari titik awal korban dilaporkan tenggelam, namun kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi kendala dalam proses pencarian," ujar Rohmat Angga.
Sementara itu, Kapolsek Mantingan, Iptu Andy Wijayanto, membenarkan adanya laporan kecelakaan air yang terjadi di Sungai Bengawan Solo tersebut.
Baca Juga : Dikbud Ngawi Buka Posko Pengaduan Hasil SPMB
Menurutnya, petugas kepolisian bersama warga dan tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai guna menemukan keberadaan korban.
"Kami bersama tim gabungan masih melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan," kata Iptu Andy Wijayanto.
Hingga Kamis malam, proses pencarian terhadap Muhammad Maulana Rifai masih terus berlangsung. Tim gabungan berharap korban dapat segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang saat ini menunggu di lokasi kejadian.
Editor : JTV Madiun

















