SURABAYA - JTV mendapat kunjungan istimewa dari dosen dan mahasiswa lintas negara pada Senin (27/7/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari program CommTECH yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
CommTECH adalah program internasional berbasis proyek (project-based learning) yang diselenggarakan secara langsung (on-site) oleh Direktorat Global Engagement ITS. Tahun ini, ITS mengangkat tema kreatif desain dalam program tersebut.
Hilman, mahasiswa ITS yang juga panitia CommTECH 2026 sekaligus pendamping para dosen dan mahasiswa lintas negara, mengatakan salah satu fokus tema kreatif desain tahun ini adalah branding. Hal itu yang membuat JTV, sebagai stasiun televisi terbesar di Jawa Timur dengan branding media terkuat di wilayah ini, menjadi salah satu tujuan kunjungan.
"Kita tahu JTV merupakan stasiun televisi terbesar di Jawa Timur. Branding-nya sangat kuat, dan salah satu yang menarik adalah konsistensi penggunaan bahasa Jawa," ujar Hilman.
Baca Juga : COMSATS-ITS Conference Soroti Riset Berbasis Tantangan
Ia menuturkan, para peserta tampak antusias sepanjang kunjungan mengelilingi JTV, mulai dari pengenalan stasiun hingga melihat langsung sejumlah program yang dimiliki JTV.
"Dari awal diajak keliling stasiun pemberitaan, Pojok Arena, dan Jatim Awan, mereka sangat senang. Sebagian besar dari mereka masih awam soal media, jadi antusiasmenya tinggi. Apalagi saat melihat program Stasiun Dangdut, itu pengalaman pertama bagi mereka," tambah Hilman.
Salah satu dosen pendamping, Viviene Aisha M. Gugol dari Saint Louis College (SLC), Filipina, mengaku kunjungan ke JTV menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama mengikuti CommTECH. Rasa antusiasnya sudah muncul sejak sebelum kunjungan, mengingat ia memiliki rekan kerja asal Filipina yang pernah berkunjung ke JTV lebih dulu.
Baca Juga : Gubernur Khofifah-Delegasi Rusia dan ITS Komitmen Kembangkan Industri Kapal Cepat
"Saat diberitahu akan ada kunjungan ke JTV, saya sangat antusias. Saya benar-benar menantikan momen ini, karena rekan kerja saya dari Filipina pernah berkunjung ke sini sebelumnya," katanya.
Viviene menilai JTV memiliki peran penting dalam memperkenalkan budaya Indonesia, baik kepada penonton lokal maupun internasional.
"JTV berperan penting untuk menunjukkan gambaran nyata budaya Indonesia, baik kepada penonton lokal maupun internasional," tuturnya.
Baca Juga : ITS Resmi Loloskan 2.468 Mahasiswa Baru melalui Jalur SNBT 2026
Menurutnya, cara JTV menjangkau warga lokal lewat program televisi dan tayangan berita turut memperkuat persepsi serta memberi pemahaman baru bagi pengunjung seperti dirinya tentang budaya Indonesia. Ia berharap dapat berkesempatan mengunjungi JTV kembali di lain waktu.
"Setelah kunjungan hari ini, saya banyak belajar tentang JTV, terutama cara mereka menjangkau warga lokal lewat program televisi dan berita. Terima kasih banyak, JTV. Semoga saya bisa berkunjung lagi ke sini," kata Viviene.
Kesan serupa disampaikan Le Haoran, mahasiswa diploma jurusan Bahasa Indonesia dari Fujian Polytechnic Normal University (FPNU), Cina. Ia menilai suasana di JTV ramah dan terasa nasional, serta merasa senang bertemu beberapa mahasiswa Indonesia di lokasi.
Baca Juga : Donor Darah BIMITS 2026, ITS Sumbang 94 Kantong Darah ke ITD RSUD Dr Soetomo
"Kesan pertama saya di JTV, suasananya ramah dan terasa nasional, apalagi sebagai mahasiswa dari program studi Bahasa Indonesia. Saya senang melihat ada beberapa mahasiswa Indonesia di sini," ujarnya.
Selain menikmati kunjungan, Le Haoran punya tujuan lain yaitu mencari informasi seputar program studi dan pertukaran pelajar terkait Indonesia. Ia ingin mengetahui sejauh mana kemitraan JTV dengan universitas-universitas di Indonesia, termasuk dukungan yang tersedia bagi mahasiswa jurusan bahasa. Peluang beasiswa juga menjadi salah satu hal yang ingin ia gali lebih jauh, mengingat itu menjadi pertimbangan penting baginya.
"Saya ingin tahu apakah JTV punya kerja sama yang kuat dengan universitas-universitas di Indonesia, serta dukungan yang baik bagi mahasiswa bahasa. Saya juga berharap bisa mengetahui lebih jauh soal peluang beasiswa bagi mahasiswa seperti kami," pungkasnya.(Muhamad Maulana Saputro)
Editor : Iwan Iwe



















