PROBOLINGGO - Ajang Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026 resmi berakhir. Penutupan berlangsung meriah di Stadion Bayuangga, Minggu (12/7/2026) malam.
Selama sepuluh hari pelaksanaan, event tahunan tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga diklaim mampu menggerakkan roda perekonomian dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp3 miliar.
Penutupan Semipro dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. Ribuan warga memadati area stadion untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni dan budaya yang menjadi puncak acara.
Sejak sore hingga malam, panggung hiburan dipenuhi penampilan tari kreasi Paguyuban Kang dan Yuk Kota Probolinggo, atraksi Polisi Cilik, hingga berbagai kesenian daerah yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Suasana semakin semarak ketika para finalis Kang dan Yuk memperagakan busana batik khas Kota Probolinggo. Beragam motif batik lokal diperkenalkan sebagai upaya mempromosikan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.
Acara penutupan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, sponsor, pelaku UMKM, serta ribuan masyarakat yang memanfaatkan malam terakhir Semipro untuk menikmati berbagai wahana dan kuliner.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo juga menyerahkan penghargaan kepada penyelenggara, sponsor, dan para pemenang Pemuda Pelopor yang dinilai telah berkontribusi menyukseskan Semipro 2026.

Wali Kota Probolinggo , dr. Aminuddin, mengatakan Semipro telah berkembang menjadi etalase potensi Kota Probolinggo sekaligus ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
"Semipro ini bukan sekadar hiburan masyarakat, tetapi menjadi etalase potensi Kota Probolinggo. Yang membanggakan, kegiatan ini dapat terlaksana tanpa menggunakan dana APBD, namun mampu menciptakan perputaran ekonomi lebih dari Rp3 miliar," ujar dr. Aminuddin.
Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.
"Ini menunjukkan bahwa kolaborasi semua pihak mampu menghadirkan event berkualitas sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," katanya.
Menurut Aminuddin, Pemerintah Kota Probolinggo akan melakukan evaluasi agar Semipro tahun mendatang tampil lebih menarik dengan menghadirkan pertunjukan seni dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara.
"Ke depan kami ingin memperkaya pertunjukan budaya. Tidak hanya dari Probolinggo, tetapi juga mengundang kesenian dari berbagai daerah di Nusantara, bahkan jika memungkinkan dari luar negeri," ungkapnya.
Selain itu, sektor pameran dan kuliner juga akan diperluas sehingga semakin banyak produk lokal maupun makanan khas Indonesia yang dapat dinikmati pengunjung.
"Pameran UMKM dan kuliner juga akan kami perbanyak. Harapannya masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sekaligus memberi ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku usaha," imbuhnya.
Aminuddin menambahkan, penyelenggaraan Semipro yang bertepatan dengan masa libur sekolah terbukti menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
"Masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari tempat berlibur. Di Semipro mereka bisa menikmati hiburan, kuliner, wahana permainan, sekaligus mengenal produk-produk unggulan Kota Probolinggo," jelasnya.

Puncak kemeriahan terjadi saat Sanggar Senam Elisabeth menampilkan tari kolosal bertema film Bollywood. Penampilan tersebut semakin menghidupkan suasana ketika Wali Kota Probolinggo bersama sang istri ikut menari bersama para penampil, yang langsung disambut tepuk tangan dan sorak sorai ribuan pengunjung.
Dengan berakhirnya Semipro 2026, Pemerintah Kota Probolinggo berharap agenda tahunan tersebut terus berkembang sebagai penggerak ekonomi daerah, media promosi produk lokal, serta destinasi hiburan keluarga yang mampu menarik lebih banyak wisatawan pada tahun-tahun mendatang. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















