LUMAJANG - Detik-detik erupsi Gunung Semeru dengan mengepulkan kolom abu serta meluncurkan awan panas guguran terpantau melalui CCTV milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Kamis pagi.
Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, dalam kurun waktu 2 jam 51 menit, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami erupsi disertai awan panas guguran sebanyak tiga kali.
Luncuran awan panas pertama terjadi pada pukul 06.33 dengan jarak luncur 3.000 meter ke sisi tenggara. Sementara itu, erupsi dengan lontaran awan panas terjauh terjadi pada pukul 09.24, dengan jarak luncur mencapai 4,5 kilometer ke sisi tenggara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang memastikan jarak lontaran awan panas tersebut masih jauh dari aktivitas penduduk dan permukiman.
Namun, BPBD mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kaki Semeru sisi tenggara, untuk meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas Gunung Semeru yang fluktuatif, ditambah kondisi musim pancaroba dengan tingginya curah hujan, dapat memicu terjadinya banjir lahar yang membawa endapan material vulkanik sisa erupsi dari hulu ke hilir sungai.
Hingga kini, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih berstatus Siaga atau Level III. Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Editor : JTV Jember



















