JAKARTA - Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik. Kasus ini mengingatkan pada sejumlah peristiwa serupa yang pernah mencuat dan melibatkan beberapa presiden Indonesia sebelumnya, mulai dari pemantauan komunikasi hingga penemuan perangkat penyadap.
Berikut deretan presiden Indonesia yang pernah dikaitkan dengan dugaan penyadapan:
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Hubungan diplomatik Indonesia dan Australia sempat memanas setelah terungkapnya dugaan penyadapan terhadap komunikasi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh badan intelijen Australia, Defence Signals Directorate (DSD).
Baca Juga : Prabowo Targetkan Penutupan 700 BUMN yang Dinilai Tidak Efisien
Kasus tersebut mencuat pada November 2013 melalui dokumen rahasia yang dibocorkan Edward Snowden. Dokumen itu mengungkap bahwa intelijen Australia memantau aktivitas telepon seluler SBY selama 15 hari pada Agustus 2009. Pemerintah Indonesia merespons pengungkapan tersebut dengan menarik Duta Besar RI untuk Australia sebagai bentuk protes diplomatik.
B.J. Habibie
Pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie, rekaman percakapannya dengan Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib pada Desember 1998 sempat menjadi sorotan publik. Percakapan tersebut berkaitan dengan penanganan kasus dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto.
Baca Juga : Spanduk Kritik Greenpeace di Bundaran HI Dicopot, Puluhan Petugas Berjaga
Rekaman itu kemudian dipublikasikan majalah Panji Masyarakat pada Februari 1999 dan memicu polemik. Kasus tersebut turut menimbulkan pertanyaan mengenai kerahasiaan komunikasi pejabat negara serta pihak yang membocorkan rekaman tersebut.
Megawati Soekarnoputri
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pernah mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dugaan penyadapan terhadap komunikasi pribadinya. Ia bahkan mengaku membatasi penggunaan telepon seluler karena khawatir komunikasinya dipantau pihak lain.
Baca Juga : Survei Celios: Mayoritas Responden Stres Hadapi Kebijakan Pemerintah Prabowo-Gibran
Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan komunikasi seorang mantan kepala negara. Meski demikian, Megawati tidak secara terbuka mengungkapkan pihak yang diduga melakukan penyadapan terhadap dirinya.
Joko Widodo (Jokowi)
Dugaan penyadapan terhadap Joko Widodo mencuat ketika dirinya masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2013 hingga awal 2014.
Baca Juga : Prabowo Apresiasi Tawaran Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa RI
Persoalan tersebut mencuat setelah ditemukan tiga perangkat yang diduga sebagai alat penyadap di rumah dinas Jokowi di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, pada Desember 2013. Perangkat tersebut ditemukan di sejumlah ruangan, termasuk kamar tidur, ruang tamu pribadi, dan ruang makan.
Jokowi mengaku tidak mengetahui pihak yang memasang perangkat tersebut. Temuan itu kemudian memicu perhatian publik terkait keamanan komunikasi pejabat pemerintahan.
Prabowo Subianto
Baca Juga : Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, 204 Satuan Baru Diresmikan
Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah perwira tinggi kepolisian.
Berdasarkan keterangan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin pada Selasa (3/11/2026), tiga perwira tinggi kepolisian ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Mereka disebut terdiri atas mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















