SUMENEP - Dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura meninjau progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 megawatt (MW) di Pulau Pagerungan Kecil, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026).
Pembangunan PLTS tersebut ditargetkan beroperasi pada akhir 2026 untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Saat ini, warga Pulau Pagerungan Kecil masih mengandalkan PLTS eksisting berkapasitas 50 kilowatt peak (kWp), dengan durasi layanan listrik sekitar lima jam per hari.
Kehadiran PLTS berkapasitas 1 MW diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan listrik sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Kunjungan kerja ini diawali dengan penyeberangan dari Pagerungan Besar dan dilanjutkan agenda koordinasi lintas sektor bersama jajaran pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Pagerungan Kecil Halilurrahman, perwakilan Dinas DPMD Kabupaten Sumenep Fadoli, perwakilan PT Kangean Energy Indonesia (KEI) Syarip Hidayatullah, Manager UIK Dwipantara Ade Rahmat, serta Manager PLN UP3 Madura Radea Cakrawala Nusantara yang didampingi Assistant Manager Perencanaan Sukron Mashudi.
Sinergi lintas bidang ini dilakukan guna memastikan seluruh kesiapan fisik pembangkit, potensi hibah infrastruktur pendukung, hingga keandalan jalur jaringan distribusi sebelum sistem resmi diresmikan.
Manager PLN UP3 Madura, Radea Cakrawala Nusantara, mengatakan pembangunan PLTS tersebut merupakan bagian dari upaya PLN memperluas akses energi bersih dan meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah kepulauan, sekaligus memaknai semangat Hari Sumpah Pemuda.
"Semangat Hari Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk terus bergerak maju dan menyatukan langkah demi kesejahteraan masyarakat. Proyek PLTS 1 MW di Pagerungan Kecil ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi lompatan besar dari listrik 5 jam menjadi harapan baru untuk listrik yang handal," ungkap Radea
Radea menyampaikan, PLN berkolaborasi dengan pemerintah desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), UIK Dwipantara, serta PT KEI untuk memastikan PLTS tersebut dapat beroperasi sesuai target pada akhir tahun ini, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat setempat.
"Kami berkolaborasi erat dengan Pemerintah Desa, DPMD, UIK Dwipantara, dan PT KEI agar pengoperasian di akhir tahun nanti berjalan lancar," katanya.
Usai berkoordinasi, tim gabungan langsung menyisir lokasi pembangunan PLTS hibah dan aset PLTS milik PLN untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan. Melalui pengawalan proyek ini, PLN membuktikan komitmennya untuk menghadirkan energi hijau yang berkelanjutan sekaligus menyalakan masa depan generasi muda di kawasan terluar Madura. (*/MH)
Editor : JTV Madura























