Menu
Pencarian


Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,36 Miliar untuk Masyarakat Sumenep

Ayul Andhim - Sabtu, 17 Oktober 2026 10:10
Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp17,36 Miliar untuk Masyarakat Sumenep
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial senilai total Rp17,36 miliar kepada masyarakat Kabupaten Sumenep. (Foto: Biro Adpim)

SUMENEP - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) senilai total Rp17,36 miliar kepada masyarakat Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut mencakup perlindungan sosial bagi lansia dan penyandang disabilitas, pemberdayaan ekonomi, bantuan keuangan desa, hingga dukungan bagi pilar sosial.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

“Melalui Sapa Bansos ini, kami ingin memperkuat kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan kita harapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung ikhtiar keluarga untuk semakin mandiri dan sejahtera,” ujar Khofifah.

Dari total bantuan tersebut, alokasi melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp6,959 miliar. Didalamnya terdapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp5,76 miliar untuk 2.880 keluarga, dengan bantuan masing-masing Rp2 juta per tahun.

Baca Juga :   Disperpusip Jatim Kenalkan Literasi Sejak Dini kepada Anak-anak di Baksos Hari Jadi Jatim

Pemprov Jatim juga mengalokasikan bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp381,6 juta untuk 106 penerima. Setiap penerima memperoleh Rp3,6 juta per tahun.

Selain itu, bantuan langsung tunai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) diberikan kepada 27 buruh pabrik rokok dengan total anggaran Rp27 juta atau masing-masing Rp1 juta per tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah turut menyerahkan alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan mendukung penerima dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :   KMP Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi

“Kami ingin para lansia mendapatkan perhatian dan pendampingan yang baik. Begitu pula saudara-saudara penyandang disabilitas, kita dukung agar semakin terbantu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

Selain perlindungan sosial, Pemprov Jatim menyalurkan bantuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara, bantuan sebesar Rp300 juta diberikan kepada 100 penerima. Sementara itu, KIP PPKS Jawara mendapat alokasi Rp15 juta untuk lima penerima. Masing-masing penerima kedua program tersebut memperoleh bantuan Rp3 juta per tahun.

Gubernur Khofifah berharap bantuan itu dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mendukung pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

“Semoga ini menjadi penguat bagi panjenengan semua. Dengan keberseiringan doa, putra putri panjenengan sukses,” terangnya.

Dukungan usaha juga diberikan melalui zakat produktif dari badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur senilai Rp50 juta kepada 100 penerima. Program tersebut turut mencakup bantuan usaha dan bedah rumah melalui Baznas serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Sosial Jawa Timur.

Di bidang pemberdayaan masyarakat desa, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran Rp603,2 juta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Anggaran tersebut mencakup Program Desa Berdaya senilai Rp200 juta untuk dua desa, Program Jatim Puspa Rp268,2 juta untuk dua desa, serta pemberdayaan badan usaha milik desa (BUM Desa) sebesar Rp100 juta untuk satu desa.

Sementara itu, bantuan keuangan desa mencapai Rp9,75 miliar melalui sejumlah perangkat daerah. Rinciannya, Rp75 juta untuk satu desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Rp4,575 miliar untuk 39 desa melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.

Selanjutnya, bantuan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga mencapai Rp4,3 miliar untuk 22 desa. Adapun bantuan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebesar Rp800 juta untuk tiga desa.

“Setiap keluarga dan setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Karena itu, bantuan yang diberikan perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya dan disertai pendampingan agar manfaatnya terus tumbuh bagi penerima maupun lingkungan sekitarnya,” katanya.

Selain bantuan keuangan, Pemprov Jatim menyerahkan 150 drum aspal melalui Program Pembinaan Jalan Kabupaten untuk mendukung pemeliharaan jalan desa dan kabupaten. Bantuan lain berupa 40 jaring ikan dan empat mesin kapal dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

Di sektor pertanian, pemerintah menyerahkan tiga mesin pemipil jagung dan 17 traktor tangan. Sementara itu, lima etalase dari Dinas Koperasi dan UMKM diberikan untuk menunjang kegiatan usaha masyarakat.

Pemprov Jatim juga mengalokasikan bantuan operasional dan tali asih senilai Rp476,2 juta bagi 246 pilar sosial. Bantuan tersebut menjangkau sumber daya manusia (SDM) PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Khofifah mengapresiasi peran para pendamping dan relawan dalam menjangkau masyarakat serta membantu pelayanan sosial di lapangan.

“Terima kasih kepada para pendamping PKH Plus, TKSK, dan Tagana yang terus membersamai masyarakat. Pengabdian panjenengan semua sangat berarti, terutama untuk membantu warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Sapa Bansos juga diisi dengan penyerahan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari Direktur Utama Bank Jatim kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Khofifah mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, perangkat daerah, BUMD, Baznas, Bank Jatim, serta seluruh pilar sosial dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Semoga kebersamaan ini terus terjaga. Dengan kepedulian dan kerja bersama, kita berikhtiar agar masyarakat yang membutuhkan semakin terbantu dan semakin banyak keluarga memiliki kesempatan untuk tumbuh mandiri serta sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyin menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim atas berbagai bantuan yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya.

“Terima kasih Ibu Gubernur, karena Sumenep dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Kehadiran Ibu ke Sumenep membawa oleh-oleh kebahagiaan bagi masyarakat. Ada bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengaspalan jalan, bakti sosial, bantuan sosial, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Imam mengatakan, sebagai kabupaten yang memiliki banyak pulau, Sumenep membutuhkan dukungan pembangunan yang dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan.

“Sumenep ini kaya pulau. Alhamdulillah, banyak bantuan yang Ibu berikan untuk masyarakat Sumenep, termasuk masyarakat di wilayah kepulauan. Semoga kedepan bantuan ini bisa terus bermanfaat bagi masyarakat Sumenep yang tinggal di kepulauan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Novi Restu Widiani menambahkan, kegiatan Sapa Bansos di Sumenep dihadiri sekitar 500 penerima manfaat. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan antusiasme warga dalam menyambut peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

“Ini adalah kegiatan Sapa Bansos termeriah yang terselenggara tahun ini. Bahkan, di Kabupaten Sumenep dihadiri 500 penerima manfaat. Ini menunjukkan suka cita masyarakat yang hadir untuk bersama-sama merayakan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Puncak acara Hari Jadi juga digelar di Pantai Slopeng, Sumenep,” tutupnya. (*)

Editor : A. Ramadhan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.