Menu
Pencarian


Rumah Warga di Probolinggo Dilempar Bondet Saat Tidur, Berharap Kapolri Tangkap Pelaku

Farid Fahlevi - Sabtu, 1 Agustus 2026 15:15
Rumah Warga di Probolinggo Dilempar Bondet Saat Tidur, Berharap Kapolri Tangkap Pelaku
Rumah warga korban teror bondet di Dusun Krajan, Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Aksi teror menggunakan bondet atau bom ikan kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Kali ini, sebuah rumah milik Muji Rahayu (38), warga Dusun Krajan, Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, menjadi sasaran pelemparan bahan peledak oleh orang tak dikenal saat seluruh penghuni rumah sedang tertidur lelap.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB itu membuat suasana kampung mendadak gempar. Ledakan keras membangunkan penghuni rumah dan warga sekitar. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun bagian teras rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Muji Rahayu menceritakan, saat kejadian dirinya bersama keluarga sedang terlelap tidur. Tiba-tiba terdengar suara ledakan sangat keras yang disertai kepulan asap putih memenuhi bagian depan rumah.

"Kami sedang tidur semua. Tiba-tiba terdengar ledakan keras sekali. Kami langsung kaget dan berhamburan keluar rumah karena takut rumah terbakar," ujar Muji Rahayu, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga :   Polisi Tangkap 8 Terduga Pelempar Bondet ke Kerumunan Pemuda Main Bola di Probolinggo

Setelah asap mulai menghilang, Muji mendapati salah satu tembok teras rumah jebol akibat ledakan. Selain itu, asbes eternit di bagian depan rumah juga ambrol.

"Begitu asap hilang, saya lihat tembok teras sudah rusak dan asbes juga jebol. Saya benar-benar syok karena tidak pernah menyangka rumah saya menjadi sasaran pelemparan bondet," katanya.

Korban mengaku tidak mengetahui motif pelaku meneror rumahnya. Selama ini ia merasa tidak memiliki persoalan dengan siapa pun.

"Saya tidak punya masalah dengan siapa pun. Sampai sekarang saya tidak tahu kenapa rumah saya dilempar bondet," ucapnya.

Meski demikian, berdasarkan keterangan warga sekitar, sesaat sebelum ledakan terdengar, ada dua orang berboncengan sepeda motor yang melintas sambil menggeber kendaraannya.

"Menurut cerita warga, ada motor berboncengan yang melintas dan menggeber gas bersamaan dengan suara ledakan. Tapi kami tidak sempat melihat pelakunya," imbuh Muji.

Akibat kejadian tersebut, Muji mengaku keluarganya masih diliputi rasa trauma. Mereka khawatir aksi serupa kembali terjadi.

"Sekarang kami tidak bisa tidur tenang. Setiap ada suara keras pasti langsung kaget. Kami takut pelaku datang lagi," ujarnya.

Muji berharap aparat kepolisian dapat bekerja cepat mengungkap pelaku pelemparan bondet yang meresahkan masyarakat.

"Saya berharap Pak Kapolsek, Pak Kapolres, Pak Kapolda sampai Bapak Kapolri benar-benar membantu mengungkap siapa pelakunya. Kami hanya ingin hidup tenang dan merasa aman di rumah sendiri," harapnya.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) melalui Tim Inafis Satreskrim serta memeriksa sejumlah saksi.

"Tim Inafis Satreskrim telah melakukan olah TKP dan saat ini penyidik juga memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan keterangan," kata Iptu Zainullah.

Menurutnya, polisi juga mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di lokasi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Seluruh temuan di lokasi sedang kami dalami. Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor kepada kepolisian," jelasnya.

Hingga Sabtu (1/8/2026), polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan mengungkap motif di balik aksi teror tersebut. Warga berharap kasus pelemparan bondet yang kembali terjadi di wilayah Probolinggo dapat segera diungkap sehingga tidak lagi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.