JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle jajaran Kabinet Merah Putih dengan melantik sejumlah menteri, wakil menteri, hingga kepala lembaga negara di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis (1/10/2026).
Rotasi besar-besaran ini mencakup posisi strategis mulai dari menteri koordinator, menteri teknis, wakil menteri, hingga penugasan baru bagi pimpinan tinggi institusi kepolisian dan lembaga negara lainnya.
Daftar Pejabat yang Dilantik dalam Reshuffle Terbaru:
- Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi
- Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
- Dudung Abdurahman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
- Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri
- M Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian
- Drajad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
- Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan
- Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan
- Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian
- Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan
- Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan
- Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional
- Aryanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
- Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa
- Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman
- Radian Syam sebagai Anggota Ombudsman
- Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
- Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri
Catatan Riwayat Reshuffle Kabinet (Sudah 7 Kali)
Baca Juga : Usai Reshuffle, Ini Daftar Menteri Kabinet Prabowo-Gibran Terbaru
Perombakan kali ini tercatat sebagai reshuffle kabinet ketujuh yang dilakukan oleh Presiden Prabowo selama masa kepemimpinannya di era pemerintahan Kabinet Merah Putih:
- Reshuffle Pertama (19 Februari 2025): Pergantian Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
- Reshuffle Kedua (8 September 2025): Perombakan posisi Menteri Keuangan, Menko Polhukam, serta beberapa kepala badan.
- Reshuffle Ketiga (17 September 2025): Pergantian Menko Polkam, Menpora, dan penyesuaian posisi lainnya.
- Reshuffle Keempat (8 Oktober 2025): Perombakan tingkat wakil menteri dan pembentukan Komite Papua.
- Reshuffle Kelima (27 April 2026): Pergantian Menteri Lingkungan Hidup, Wamenko Pangan, KSP, dan kepala badan.
- Reshuffle Keenam (14 September 2026): Pelantikan Menteri Keuangan yang baru.
- Reshuffle Ketujuh (1 Oktober 2026): Rotasi besar Menko, Menteri, Wamen, hingga posisi Kapolri dan KSP.
Alasan dan Dinamika Reshuffle
Perombakan kabinet ini dilakukan berdasarkan hak prerogatif Presiden yang dijamin konstitusi dengan tujuan utama mengevaluasi kinerja kementerian yang dinilai kurang optimal, menjawab kebutuhan efisiensi, serta merespons dinamika kebutuhan politik pemerintahan.
Kendati demikian, sejumlah pengamat menyoroti bahwa perombakan yang terus berulang dan penambahan posisi wakil menteri masih lekat dengan upaya akomodasi politik serta menjaga keseimbangan relasi kekuasaan di lingkaran Istana.
Meskipun bongkar pasang pejabat diharapkan mampu mengakselerasi program kerja pemerintah secara cepat, efektivitas kabinet gemuk tetap menjadi diskursus publik di tengah tantangan ekonomi dan penegakan hukum yang dihadapi bangsa ke depan. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















