Menu
Pencarian


Ratusan Siswa SMPN 1 Trenggalek Keluhkan Mules Usai Santap MBG

JTV Kediri - Kamis, 13 Agustus 2026 10:22
Ratusan Siswa SMPN 1 Trenggalek Keluhkan Mules Usai Santap MBG
Mokhamad Amir Mahmud, Kepala SMPN 1 Trenggalek. (Foto : Moch. Herlambang)

TRENGGALEK - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Trenggalek menjadi sorotan setelah ratusan siswa dan sejumlah guru mengeluhkan sakit perut hingga diare. Keluhan muncul setelah mereka menyantap menu MBG yang dibagikan pada Selasa (11/8) siang.

Aktivitas belajar mengajar di SMPN 1 Trenggalek tetap berlangsung pada Rabu (12/8). Namun, sejumlah siswa masih mengeluhkan sakit perut dan mendapat penanganan awal di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud, mengatakan keluhan dirasakan sekitar 404 siswa dan 17 guru. Jumlah tersebut berasal dari total penerima manfaat MBG yang mencapai lebih dari 800 orang.

“Sekitar 404 siswa dan 17 guru mengalami keluhan. Intensitasnya berbeda-beda,” kata Amir.

Baca Juga :   Ratusan Siswa SMPN 1 Trenggalek Keluhkan Mules Usai Santap MBG

Siswa yang kondisinya belum membaik diperbolehkan meninggalkan sekolah dengan dijemput orang tua. Sementara siswa yang masih berada di sekolah mendapatkan penanganan awal melalui UKS.

Menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya berupa sate ayam tanpa tusuk dengan bumbu kacang. Pihak sekolah telah melaporkan munculnya keluhan tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan meminta dilakukan pengecekan.

Keluhan yang dialami siswa cukup beragam. Brizi Tehano Alfian mengaku mulai merasakan mules sekitar satu jam setelah menyantap makanan. Sementara Fafiano Kleon Raditya Putra mengaku harus bolak-balik ke kamar mandi hingga tujuh kali.

Brizi juga mengaku merasakan ada yang berbeda dari bumbu kacang yang dikonsumsinya. Namun, penyebab pasti munculnya keluhan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kekhawatiran juga dirasakan orang tua siswa. Yuswijayanto, salah seorang wali murid, mengaku baru mengetahui anaknya mengalami diare pada dini hari setelah menyantap menu MBG.

Ia berharap pelaksanaan program MBG dievaluasi, terutama terkait penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam penyediaan dan distribusi makanan.

“Harapannya SOP benar-benar diperhatikan dan dievaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Yuswijayanto.

Hingga kini, pihak sekolah masih menunggu hasil pengecekan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami ratusan siswa dan guru tersebut. (Moch. Herlambang)

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.