SURABAYA - Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jawa Timur bertekad memaksimalkan prestasi di ajang nasional. Hal ini dilakukan menyusul evaluasi performa angkat berat Jatim yang dinilai masih minim prestasi dalam tiga gelaran PON terakhir.
Guna melakukan perbaikan, Pabersi Jatim berencana menggelar dua agenda Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) tahun ini sebagai ajang pembibitan sekaligus pembinaan atlet potensial.
Ketua Umum Pabersi Jawa Timur, Abram Nathan, menyampaikan hal tersebut usai menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Surabaya, Sabtu (21/2/2026). Menurutnya, melalui Rakerda ini, pihak asosiasi mulai fokus melakukan pembenahan internal dan organisasi.
Dua Agenda Kejurprov Tahun 2026
Baca Juga : KONI Jatim Hanya Kirim Atlet Standar Emas ke PON Beladiri Manado 2026
Abram mengungkapkan bahwa di tiga edisi PON sebelumnya, cabang olahraga angkat berat Jatim belum mampu menyumbang medali emas. Oleh karena itu, memperbanyak kompetisi menjadi agenda utama di tahun 2026.
Pabersi Jatim mengagendakan Kejurprov pertama pada Mei atau Juni mendatang yang akan mempertandingkan kelas sub-junior dan umum. Sementara itu, Kejurprov kedua pada Desember akan dikhususkan bagi kategori junior sebagai persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sekaligus pra-kualifikasi atlet potensial.
"Program terdekat adalah mempersiapkan Kejurprov. Rencananya di pertengahan tahun (Mei/Juni) dan akhir tahun (Desember). Selain itu, kami melakukan penguatan database SDM pelatih dan wasit. Karena sebelumnya banyak yang belum berlisensi, kami akan memperbanyak penataran agar pelatih dan wasit memiliki standarisasi visi yang sama di level Jawa Timur," ujar Abram Nathan.
Baca Juga : Jelang PON Beladiri, Karate Jatim Matangkan Persiapan di Puslatda
Atensi dari KONI Jawa Timur
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, memberikan perhatian khusus bagi cabang olahraga yang belum menorehkan prestasi gemilang, termasuk angkat berat. Ia meminta agar pengurus bisa mempersiapkan atlet sejak dini untuk memaksimalkan potensi yang ada.
"Menurut saya ini merupakan cabor penting yang harus dikembangkan di Jawa Timur karena kita selalu tertinggal prestasinya dari PON ke PON. Oleh karena itu, saya tekankan kepada teman-teman di daerah, tolong siapkan atlet untuk Porprov 2027 nanti, sehingga dari sana muncul bibit-bibit yang sudah berpotensi," tegas Muhammad Nabil.
Baca Juga : KONI Jawa Timur Prioritaskan Nomor Andalan untuk Raih Medali di PON Beladiri 2025
Selain agenda kompetisi, KONI juga meminta Pabersi Jatim memperbaiki administrasi dan regulasi internal guna memperkuat kesiapan atlet menuju ajang Pra-PON pada 2027 mendatang. (Yona Salma)
Editor : Iwan Iwe



















