JEMBER - Seorang pemuda di Kabupaten Jember berhasil mengubah serat gambas yang selama ini hanya dikenal sebagai sayuran murah menjadi produk ramah lingkungan bernilai jual tinggi. Inovasi ini bahkan mulai menembus pasar internasional.
Roni, warga Desa Seputih, Kecamatan Mayang, yang mengolah serat gambas menjadi berbagai produk seperti alat cuci piring, perlengkapan spa, hingga tas ramah lingkungan. Ide itu muncul ketika harga gambas di pasaran terus menurun dan tak lagi menguntungkan jika dijual sebagai sayuran segar.

Berangkat dari kondisi tersebut, Roni mulai bereksperimen dengan memanfaatkan serat gambas sebagai bahan dasar produk rumah tangga. Setelah melalui berbagai uji coba, ia akhirnya menemukan formula yang tepat untuk menghasilkan produk yang kuat, fungsional, dan bernilai ekonomi tinggi.
Baca Juga : Produk Serat Gambas Kreasi Pemuda Jember Sukses Tembus.Pasar Internasional
Proses pembuatannya cukup sederhana. Serat gambas dijemur hingga kering, kemudian dipotong, dipipihkan, dijahit, dan dikemas menjadi produk siap jual.

“Keistimewaannya adalah jika spons sudah tak terpakai, bisa dijadikan kompos. Mudah terurai dan ramah lingkungan," ujar Roni, pengrajin alat cuci piring dari serat gambas.
Baca Juga : M+ Museum, Pusat Seni Kontemporer Ikonik di Jantung West Kowloon
Pihak pendamping ekspor, Elizabeth Puspaningrum menjelaskan bahwa produk kreatif Roni telah menembus pasar internasional dan kini tengah disiapkan untuk memperluas jangkauan ke Eropa.

“Produk ini sudah diekspor ke Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Australia. Saat ini juga sedang disiapkan ekspansi ke pasar Eropa," tambahnya.
Baca Juga : Hong Kong Disneyland Rayakan Ulang Tahun ke-20 dengan Pesta Terbesar Sepanjang Sejarah
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa turut mengapresiasi inovasi yang dilakukan Roni. Mereka menilai produk berbahan serat gambas ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi tetapi juga mendukung pengurangan sampah plastik.

“Sangat berguna untuk mengurangi sampah plastik dan berpotensi dipasarkan lebih luas lagi,” ujar Bagus Efrilian, staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Baca Juga : Imperial Patisserie dan Wayfinders’ Table: Wisata Kuliner Halal di Hong Kong
Dengan kreativitas dan ketekunan, Roni kini menjadi contoh pemuda desa yang mampu melihat peluang baru dan mengangkat potensi lokal ke tingkat global. (Lutfi Qurrohman/Nevenia)
Editor : M Fakhrurrozi



















