PASURUAN - Ratusan warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, menggelar aksi demonstrasi pada Jumat siang (14/11) di depan Markas Komando Latih Marinir (Kolatmar) Grati. Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan Batalyon 15 Marinir TNI AL yang berlokasi dekat permukiman warga.
Sekitar 700 warga dari Dusun Gunung Bukor berjalan kaki menuju markas Kolatmar sambil membawa alat berat milik kontraktor dari lokasi proyek. Alat berat tersebut kemudian diserahkan langsung kepada pihak Marinir sebagai simbol penolakan.
Dalam orasinya, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak keselamatan dan keamanan lingkungan. Mereka mengaku pernah mengalami insiden peluru nyasar dan ledakan dari aktivitas militer sebelumnya.
"Kami trauma dengan kejadian-kejadian itu. Jangan sampai anak-anak kami jadi korban," ujar salah satu warga dalam aksi.

Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono, turut hadir dan menyatakan dukungannya terhadap aspirasi warga.
"Ini adalah aspirasi masyarakat yang harus dihargai. Pembangunan fasilitas militer itu dinilai berpotensi mengancam keselamatan dan kondisi psikologis warga. Selain itu, masyarakat menilai pembangunannya tidak memiliki urgensi. Tidak ada urgensinya membangun fasilitas militer di Sumberanyar," tegas Eko.
Menanggapi aksi tersebut, Danpuslatsus Kolatmar, Letkol Marinir Alamsyah, menjelaskan bahwa pembangunan Batalyon 15 merupakan program pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan proses apapun sebelum ada dialog resmi dengan pemerintah daerah.
"Kami menghormati aspirasi warga. Semua sudah kami sampaikan kepada Bupati, Dandim, dan Kapolres. Nantinya akan ada mediasi oleh Pak Bupati setelah beliau kembali dari Jakarta," ujarnya.
Aksi yang berlangsung damai ini sempat menyebabkan kemacetan di jalur Pantura wilayah Grati dan Nguling. Setelah mendapat penjelasan dari pihak Marinir, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. (*)
Editor : A. Ramadhan



















